Lingkaran.net - Kabar gembira datang untuk dunia pendidikan di Jawa Timur. Dalam PAPBD 2025, anggaran pendidikan dinaikkan cukup besar, dari 31 persen di APBD murni menjadi 33 persen, atau setara dengan Rp9,9 triliun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jatim, Adhy Karyono, mengatakan tambahan dana ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperhatikan sektor pendidikan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ungkap Tindak Lanjut Temuan BPK Sudah Capai 86,20 Persen
“Anggaran pendidikan kita naik signifikan, totalnya Rp9,9 triliun. Fokusnya untuk pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Adhy usai menghadiri rapat sidang Paripurna DPRD Jatim, Sabtu (16/8/2025).
Dengan kenaikan anggaran ini, ada beberapa program yang bakal lebih luas manfaatnya. Di antaranya adalah BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) serta tambahan beasiswa untuk siswa miskin agar mereka tidak putus sekolah.
Baca juga: Jawa Timur Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Tetap Soroti Proyek Terlambat hingga Jaminan Tambang
Langkah ini juga jadi upaya Pemprov Jatim menyiapkan generasi emas 2045, dengan memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Selain beasiswa, sebagian dana juga akan dipakai untuk mendukung peningkatan kualitas guru dan fasilitas sekolah, sehingga siswa bisa belajar dengan lebih nyaman.
Baca juga: Mendagri Tito Buka Fakta 39 Daerah Kesulitan Bayar PPPK, Jatim Masih Aman?
Adhy menambahkan, pendidikan memang sengaja dijadikan prioritas utama dalam PAPBD Jatim 2025. “Kalau pendidikan maju, daerah juga ikut maju. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Jawa Timur,” tegasnya.
Dengan total Rp9,9 triliun, sektor pendidikan tercatat sebagai alokasi terbesar dalam PAPBD Jatim 2025, mengalahkan pos anggaran lain seperti kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat.
Editor : Setiadi