Lingkaran.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 10–17 September 2025.
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Baca juga: SPMB 2026, KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Siswa Baru Masih Diwarnai Pungli
Wilayah yang berisiko meliputi Kabupaten Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Malang, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Banyuwangi, Trenggalek, serta Kota Batu dan Kota Malang.
BMKG Juanda menyampaikan, meski Jawa Timur masih berada pada musim kemarau, dalam sepekan ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem.
Baca juga: Jatim Kembali Jadi Raja Padi Nasional, Produksi Tembus 7,71 Juta Ton
Kondisi ini dipengaruhi gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta gangguan atmosfer Low Frequency yang saat ini melintas di wilayah Jawa Timur.
Suhu permukaan laut yang hangat di sekitar Selat Madura juga mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat.
Baca juga: Polda Jatim Ungkap 320 Kasus 3C dan Street Crime, Ratusan Pelaku Dibekuk
BMKG mengimbau masyarakat maupun instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kawasan dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diminta waspada akan risiko banjir, longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga berkurangnya jarak pandang.
Editor : Zaki Zubaidi