Lingkaran.net - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar terus diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Tahun ini, BPBD Jatim kembali menggencarkan edukasi kebencanaan melalui program “Siap untuk Selamat Bersama Mosipena”.
Baca juga: ASN BPKAD Jatim Terjerat Kasus Perzinaan, Pemprov Siapkan Sanksi Disiplin
Program ini menjadi pelengkap dari Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dengan sasaran sekolah hingga pondok pesantren di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Kick off kegiatan dimulai di Kabupaten Lamongan, Selasa (14/4/2026).
Di tahap awal, edukasi menyasar siswa SMKN 1 Lamongan serta para santri di Pondok Pesantren Raudhatus Solihin, Kecamatan Pucuk.
Kegiatan ini dihadiri Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, bersama Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), BPBD Lamongan, serta civitas sekolah dan pengasuh pesantren.
Baca juga: DPRD Jatim Wanti-wanti RKPD 2027, Target Anggaran Rp27,3 Triliun Terancam?
“Ini merupakan tindak lanjut arahan Ibu Gubernur melalui Kepala Pelaksana BPBD Jatim, agar edukasi kebencanaan terus diperluas, khususnya bagi kelompok rentan seperti siswa dan santri,” ujar Kiki.
Ia menegaskan, program Mosipena akan terus bergerak ke berbagai daerah lain di Jawa Timur, termasuk wilayah Madura seperti Sumenep, Pamekasan, dan Sampang.
Baca juga: Musrenbang 2027, Khofifah Tegaskan Perencanaan Presisi untuk Jatim Inklusif dan Berkelanjutan
Tak sekadar penyampaian materi, kegiatan ini juga dikemas interaktif. Para siswa dan santri tampak antusias mengikuti simulasi evakuasi mandiri saat gempa bumi hingga praktik pemadaman kebakaran.
Melalui program ini, BPBD Jatim berharap kesadaran dan kesiapsiagaan bencana dapat tertanam sejak dini, sehingga generasi muda lebih tangguh menghadapi potensi risiko bencana di masa depan.
Editor : Setiadi