Lingkaran.net - Peringatan Hari Buku Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan peran strategis literasi dalam membangun masa depan.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menekankan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, melainkan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ungkap 3 Jurus Tekan Beban ASN Mulai 2026, Ini Strateginya
“Peningkatan literasi bukan hanya soal membaca, tetapi tentang membangun kualitas sumber daya manusia,” tegasnya, Kamis (23/4/2026).
Menurut Rasiyo, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, literasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan produktif.
Sebagai bentuk komitmen, kata politikus Demokrat ini, Komisi E DPRD Jawa Timur terus mengawal kebijakan yang berorientasi pada penguatan literasi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah optimalisasi peran perpustakaan daerah sebagai pusat belajar modern yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Baca juga: DPRD Jatim Warning Ribuan ASN yang Belum Lapor LHKASN, Deadline 25 April
Tak kalah penting, pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok daerah juga menjadi perhatian serius. Rasiyo menilai, kesenjangan akses masih menjadi tantangan nyata yang harus diatasi agar tidak terjadi jurang kualitas SDM antarwilayah.
“Setiap masyarakat, termasuk di daerah terpencil, harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi program literasi berbasis digital, agar mampu menjangkau generasi muda yang hidup di era teknologi.
Baca juga: DPRD Tuding DPMPTSP Jatim Persulit Perizinan Pendirian Sekolah
Bagi Rasiyo, Hari Buku Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh sejauh mana literasi masyarakatnya dibangun hari ini.
“Jika literasi kuat, maka Jawa Timur akan memiliki SDM yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Editor : Setiadi