Ratusan Jemaah Hadiri Majelis Moloekatan Gus Miek di Jember, Gus Fawait: Saya Hanya Santri yang Cinta Wali Allah

Reporter : Alkalifi Abiyu
Moloekatan Gus Miek kembali hadir di Jember.

Lingkaran.net - Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Halaman Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu malam (23/5/2026), saat Majelis Sema’an Al Quran dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek kembali digelar.

Ribuan lantunan ayat suci Al Quran dan dzikir menggema, menghadirkan nuansa spiritual yang begitu kuat di tengah ratusan jamaah yang hadir dari berbagai daerah.

Baca juga: Gus Fawait Lantik 734 Kepala Sekolah di Jember, Siap Dievaluasi Setiap 6 Bulan

Kegiatan keagamaan yang menjadi warisan spiritual KH Moch Hamim Jazuli atau yang akrab dikenal sebagai Gus Miek itu dihadiri para kiai, gus, tokoh agama, santri, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Pelaksanaan tahun ini menjadi kali kedua Majelis Moloekatan digelar di Halaman Pemkab Jember setelah sebelumnya juga berlangsung pada 2025.

Pemerintah Kabupaten Jember kembali memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.

Bupati Jember, Gus Fawait, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya majelis dzikir dan sema’an Al Quran tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus istiqamah dilaksanakan di Kabupaten Jember.

Menurut Gus Fawait, majelis seperti Moloekatan Gus Miek bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat ukhuwah, menumbuhkan kecintaan kepada ulama dan para wali Allah, serta memperkuat spiritualitas masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.

Baca juga: Gus Fawait Buka Suara soal Anggota DPRD Jember Merokok dan Main Game Saat Rapat

“Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau,” ujar Gus Fawait disambut antusias jamaah.

Politikus muda yang dikenal dekat dengan kalangan pesantren itu juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap doa-doa dari para kiai, gus, dan jamaah menjadi kekuatan spiritual bagi Kabupaten Jember agar senantiasa diberi keberkahan, ketenangan, dan kemajuan.

“Untuk kegiatan yang berkaitan dengan majelis ini, Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Baca juga: May Day 2026 di Jember, Gus Fawait Tekankan Sinergi Buruh-Pengusaha untuk Jaga Stabilitas

Majelis Moloekatan Gus Miek sendiri dikenal sebagai salah satu tradisi dzikir dan sema’an Al Quran yang memiliki ikatan kuat dengan masyarakat pesantren.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi spiritual lintas generasi.

Di tengah suasana malam yang syahdu, lantunan ayat suci, dzikir, dan doa yang dipanjatkan bersama menjadi simbol harapan agar Jember senantiasa diberikan keberkahan dan dijauhkan dari berbagai musibah serta perpecahan.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru