Lingkaran.net – Pimpinan Wilayah (PW) 'Aisyiyah Jawa Timur mendorong lahirnya kebijakan yang lebih ramah anak melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema "Stop Kekerasan terhadap Anak! Dengarkan Suara Anak, Wujudkan Generasi Berkemajuan".
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, itu digelar di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Selasa (14/7/2026). FGD ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta harapan mereka. Masukan tersebut akan dirumuskan sebagai rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan.
Penanggung Jawab FGD sekaligus panitia peringatan HAN PW 'Aisyiyah Jawa Timur, Budiyati, mengatakan anak harus dilibatkan dalam proses penyusunan kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka.
"Anak bukan hanya objek yang harus dilindungi, tetapi juga subjek yang berhak didengar. Karena itu, kami menghimpun suara anak sebagai rekomendasi bagi lahirnya kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka," ujarnya.
Menurut Budiyati, hasil diskusi akan dirumuskan menjadi Suara Anak Muhammadiyah-'Aisyiyah Jawa Timur yang selanjutnya disampaikan kepada pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sebagai masukan dalam penyusunan program serta kebijakan perlindungan anak.
FGD menghadirkan Giyo Fikri Haqiqi, mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga semester IV, sebagai pemantik diskusi. Ia didampingi pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya sebagai fasilitator.
Sebanyak lebih dari 50 pelajar dari SMA Muhammadiyah 3 Surabaya, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, SMA Muhammadiyah 1 Taman, SMK Muhammadiyah 2 Taman, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, dan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mengikuti forum tersebut.
Selama diskusi berlangsung, peserta membahas berbagai persoalan yang dihadapi anak, mulai dari kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak hidup, pelecehan seksual, kepemilikan identitas hukum, hingga dampak perceraian terhadap tumbuh kembang anak.
Giyo mengajak para peserta lebih peka terhadap kondisi anak-anak di sekitar mereka.
"Kalau kita cermati berita di media, ternyata banyak anak-anak di sekitar kita yang tidak seberuntung kita," katanya.
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 yang diselenggarakan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Rencananya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., akan menghadiri kegiatan tersebut bersama para tokoh Muhammadiyah, 'Aisyiyah, pendidik, dan peserta didik dari berbagai daerah.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional, PW 'Aisyiyah Jawa Timur berharap lahir kebijakan yang semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak sekaligus memperkuat gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Editor : Zaki Zubaidi