Belum Sepekan Prabowo Minta MBG Dibenahi, Kepala BGN Mundur

Reporter : Alkalifi Abiyu
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di beberapa sekolah dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Pusat, pada Senin (13/7). (Foto BGN)

Lingkaran.net - Dinamika di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan. Belum genap sepekan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya. 

Nanik menyampaikan keputusan tersebut melalui akun Facebook pribadinya, Naniek Sudaryati Deyang, Rabu (22/7/2026). 

Baca juga: Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Prabowo Titip Program Makan Bergizi Gratis

Dalam unggahannya, Nanik menyebut alasan kesehatan sebagai pertimbangan utama pengunduran dirinya. Ia juga mengungkapkan rencana menjalani pengobatan di luar negeri. 

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui,” tulis Nanik. 

Keputusan Nanik mundur terjadi di tengah agenda besar pembenahan tata kelola MBG yang tengah dikebut pemerintah. 

Pada Rabu (15/7), Presiden Prabowo memberikan waktu satu bulan kepada BGN untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis. 

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, arahan tersebut akan ditindaklanjuti melalui evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan MBG. 

“Dalam periode tersebut, kami akan bekerja secara intensif bersama kementerian dan lembaga terkait agar implementasi program semakin baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Agustina usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan. 

Pembenahan tersebut mencakup tata kelola, mekanisme operasional, sistem pengawasan, hingga koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana. 

BGN juga dituntut memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Namun, saat proses pembenahan baru dimulai, Nanik justru menyatakan mundur dari posisi Kepala BGN yang baru dijabatnya sekitar satu setengah bulan. 

Meski mundur, Nanik mengungkapkan bahwa Prabowo masih memintanya untuk ikut mengawasi BGN. Bahkan, Presiden disebut berencana membentuk dewan pengawas BGN. 

“Presiden kemungkinan akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” tulis Nanik. 

Nanik juga menyampaikan bahwa dirinya masih bisa melakukan pengawasan dari luar struktur pimpinan, terutama untuk memastikan tata kelola BGN berjalan sesuai arah yang ditetapkan pemerintah. 

“Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang. Sumpah trauma akut,” tulisnya. 

Baca juga: Prabowo Gulirkan 29 Program untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem, Budiono Minta Jatim Bergerak

Nanik Sudaryati Deyang dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya diberhentikan dari jabatan tersebut. 

Dadan Hindayana kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan Program MBG. 

Pengangkatan Nanik sebagai Kepala BGN tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Pemberhentian Wakil Kepala BPKP. 

Pengunduran diri Nanik menambah dinamika baru dalam proses pembenahan tata kelola MBG, program strategis pemerintah yang menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru