Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Jajal Robot Karya Siswi SMAN 1 Bubulan Bojonegoro yang Juara Nasional

Reporter : Alkalifi Abiyu
Sri Wahyuni, Wakil Ketua DPRD Jatim saat berkunjung di SMAN 1 Bubulan, Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

Lingkaran.net - Sebuah robot bergerak perlahan di hadapan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni. Dengan penuh perhatian, dia mengamati setiap gerakan robot yang dikendalikan oleh siswi SMAN 1 Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. 

Tak hanya melihat, Sri Wahyuni kemudian ikut mencoba mengoperasikan robot tersebut. Momen itu terjadi saat Sri Wahyuni berkunjung ke SMAN 1 Bubulan, Rabu (22/7/2026).  

Baca juga: KPK Periksa Anggota DPRD Jatim dan Tiga Swasta Terkait Dana Hibah Pokmas

Di sekolah tersebut, dia melihat langsung karya teknologi yang dibuat oleh para siswi sekaligus mendengar cerita di balik prestasi mereka di tingkat nasional. 

Robot yang dijajal politikus Demokrat ini bukan sekadar karya untuk dipamerkan. Robot tersebut menjadi bagian dari perjalanan dua siswi SMAN 1 Bubulan, Mahera Nur Fadhila dan Laelatul ‘Aini Dwi Fitriya, hingga berhasil mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Bojonegoro di tingkat nasional. 

Keduanya meraih Juara II dalam ajang Wonderful Indonesia Robot Challenge (WIRC) 2026 yang digelar di Jatim Park 3, Kota Batu, Malang, pada 4–6 Juli 2026. 

Pada kompetisi tersebut, Mahera dan Laelatul berhasil meraih Juara II Nasional kategori Robot Soccer RC Basic Senior. Mereka juga menunjukkan kemampuan pemrograman robot melalui kategori Robot Maze Solving First Step U-19. 

Di balik robot yang mampu bergerak dan menyelesaikan tantangan, ada proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada latihan berulang, kesalahan yang harus diperbaiki, program yang harus diuji kembali, hingga kerja sama tim yang terus dibangun. 

Semua proses itu akhirnya berbuah prestasi.
Bagi Sri Wahyuni, capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi pelajar tidak hanya lahir dari sekolah-sekolah di kota besar. Dari sekolah yang berada di wilayah Bubulan, talenta teknologi mampu tumbuh dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Dia pun mengapresiasi kreativitas dan keberanian para siswi dalam mengembangkan kemampuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). 

Baca juga: Prabowo Gulirkan 29 Program untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem, Budiono Minta Jatim Bergerak

“Anak-anak seperti ini harus terus didukung. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi,” ujar Sri Wahyuni. 

Kepala SMAN 1 Bubulan, Dziyaus Shobah, S.Pd., M.Pd., mengatakan prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi kedua siswi selama menjalani proses pembinaan. 

Dia juga memberikan apresiasi kepada guru pembimbing, Marmono, S.Pd., M.M., serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada tim. 

“Prestasi ini memperkuat komitmen SMAN 1 Bubulan dalam mencetak generasi muda yang inovatif, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di era digital,” katanya. 

Mahera Nur Fadhila mengaku bersyukur atas prestasi yang diraihnya bersama Laelatul. Dia menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari latihan yang konsisten, doa orang tua, serta bimbingan guru dan pembina. 

Baca juga: Jalan Rusak Dihantam Truk Jumbo, Atika DPRD Jatim Dukung Pergub Kelas Jalan

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas raihan Juara II Tingkat Nasional pada kategori Robot Soccer dan Robot Maze Solving di WIRC 2026,” ucapnya. 

Bagi Laelatul ‘Aini Dwi Fitriya, kompetisi tersebut bukan hanya tentang mengejar piala. Ada pelajaran penting yang mereka bawa pulang: kerja sama, pantang menyerah, dan keberanian untuk terus mencoba. 

“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi teman-teman SMAN 1 Bubulan untuk berani berkarya, berprestasi, dan membawa nama sekolah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya. 

Dan pada hari itu, ketika Sri Wahyuni mencoba menggerakkan robot karya mereka, sebuah pesan sederhana kembali terlihat: teknologi tidak selalu lahir dari laboratorium besar. Kadang, ia tumbuh dari ruang sekolah, dari rasa ingin tahu, latihan yang tak kenal lelah, dan keberanian dua siswi untuk mencoba.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru