Lingkaran.net - Kasus dugaan keracunan massal yang dialami santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terus bertambah.
Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo ikut disibukkan menangani para santri yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026) malam.
Baca juga: Ratusan Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Berdasarkan pantauan di lokasi, para santri mulai berdatangan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Delta Surya sekitar pukul 18.00 WIB. Sejumlah perawat tampak sibuk memberikan penanganan awal kepada para pasien.
Para santri terlihat terbaring lemas di atas ranjang IGD dengan tangan terpasang infus. Salah satu tenaga kesehatan menyebut, hingga saat itu sudah ada 16 santri yang mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.
“Saat ini kondisi pasien sudah ditangani, ada 16 orang, laki-laki dan perempuan. Para pasien mulai masuk sejak pukul 18.00 WIB,” ujar petugas IGD di RS Delta Surya Sidoarjo kepada Lingkaran.net.
Namun, jumlah pasien yang akan dibawa ke RS Delta Surya diperkirakan masih dapat bertambah. Dari informasi yang diterima pihak rumah sakit, awalnya terdapat rencana sekitar 40 santri akan mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.
Gejala yang paling banyak dialami para santri adalah mual dan muntah. Kondisi tersebut membuat mereka harus segera mendapatkan penanganan medis.
“Mual dan muntah paling banyak,” tuturnya.
Pihak RS Delta Surya pun memastikan kesiapan untuk menangani kemungkinan tambahan pasien. Tim dokter dan perawat disiagakan, sementara kapasitas tempat tidur juga telah dipersiapkan.
Baca juga: DPRD Jatim: Keracunan MBG di Kediri Harus Jadi Momentum Evaluasi hingga Daerah
“Semua sudah dipastikan tidak ada kekurangan untuk bed, sudah kita siapkan. Begitu juga dokter dan perawat,” ujarnya.
Kasus ini menjadi bagian dari dugaan keracunan massal yang dialami santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam setelah mengonsumsi menu MBG.
Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut belum terkonfirmasi. Penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab para santri mengalami gejala mual dan muntah secara bersamaan.
Editor : Setiadi