x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

7.000 PMI Asal Jatim di Tengah Konflik Timur Tengah, Fraksi PDIP Desak Pemprov Siaga 

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menyoroti keberadaan sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel. 

Renny meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan keselamatan para pekerja migran asal Jatim. 

Menurutnya, situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat ribuan PMI asal Jawa Timur masih bekerja di negara-negara kawasan tersebut. 

“Keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas. Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, KBRI, serta instansi terkait untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman,” ujar Renny yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim ini, Sabtu (7/3/2026).

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif, termasuk pemetaan lokasi para PMI serta skenario evakuasi apabila situasi konflik semakin memburuk. 

“Pemprov harus memastikan data PMI asal Jatim yang berada di Timur Tengah benar-benar terupdate. Jika situasi tidak kondusif, langkah-langkah evakuasi harus sudah dipersiapkan sejak dini,” tegasnya. 

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), terdapat sekitar 7.000 PMI asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar. 

Meski sebagian besar PMI tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat terjadi akibat eskalasi geopolitik di kawasan tersebut.  

Renny menambahkan, perlindungan terhadap PMI tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi juga harus dimulai sejak proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri. 

“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu negara, termasuk pemerintah daerah, harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Sabtu, 24 Okt 2026 15:38 WIB | Ekbis

Khofifah Tegaskan Investasi Jatim Tak Boleh Abaikan Aspirasi Buruh dan Mahasiswa

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan ...
Jumat, 23 Okt 2026 17:42 WIB | Umum

Karhutla Jatim Makin Mengkhawatirkan, 77 Persen Lahan Terbakar Berada di Hutan Konservasi

Lingkaran.net - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur kian mengkhawatirkan. Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare, tersebar di 26 ...
Jumat, 23 Okt 2026 17:10 WIB | Umum

Karhutla Arjuno Lebih Parah dari 2024, Api Nyaris Lahap Situs Candi Sepilar

Lingkaran.net - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno tahun ini lebih parah dibandingkan kebakaran pada 2024. Selain dipicu musim kemarau ...