Lingkaran.net - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menjadikan momentum libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sebagai titik balik untuk membangkitkan semangat baru para siswa. Pasalnya, usai masa libur, pelajar SMA/SMK di Jatim akan dihadapkan pada berbagai ajang kompetisi tingkat nasional.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan pentingnya kesiapan siswa dan guru dalam menghadapi sejumlah perlombaan bergengsi tersebut.
“Setelah libur Lebaran, para murid diharapkan bisa kembali fokus belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri dengan baik agar dapat meraih prestasi,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Sejumlah kompetisi yang akan diikuti siswa Jawa Timur antara lain Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), serta Lomba Kompetensi Siswa (LKS).
Tak hanya itu, ajang berbasis riset dan inovasi seperti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) juga menjadi target pembinaan.
Menurut Aries, momen Lebaran tetap harus dimanfaatkan sebagai waktu beristirahat dan mempererat hubungan keluarga. Namun, setelah itu para siswa dan tenaga pendidik diharapkan kembali ke sekolah dalam kondisi prima dan penuh semangat baru.
“Momentum Idulfitri adalah saat yang tepat untuk mempererat silaturahmi dengan orang tua dan keluarga. Setelah itu, mari kembali dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini berperan besar dalam membimbing siswa meraih prestasi di berbagai ajang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi luar biasa para guru dalam membangun pendidikan di Jawa Timur. Peran mereka sangat penting dalam mencetak generasi berprestasi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Aries berharap seluruh siswa mampu memanfaatkan ajang kompetisi sebagai sarana mengembangkan potensi sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Sebagai informasi, masa libur sekolah di Jawa Timur telah dimulai sejak 16 Maret dan akan berakhir pada 29 Maret 2026. Setelah itu, aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal dengan fokus pada persiapan kompetisi yang semakin dekat.
Editor : Setiadi