Lingkaran.net - Maraknya kasus kekerasan di tempat penitipan anak (daycare) memicu keprihatinan serius di Jawa Timur.
Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, menilai kasus-kasus yang terungkap belakangan ini bukanlah kejadian tunggal, melainkan indikasi persoalan sistemik yang selama ini luput dari pengawasan.
Menurutnya, fenomena kekerasan terhadap anak di daycare sangat mungkin hanya “puncak gunung es”, sebagaimana juga disinyalir oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Kasus yang muncul biasanya karena ada rekaman CCTV atau laporan orang tua. Padahal, anak usia dini belum mampu menyampaikan apa yang mereka alami. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Sri Wahyuni menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak bisa hanya bersifat reaktif setelah kasus mencuat. Diperlukan langkah pencegahan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan agar perlindungan anak benar-benar berjalan efektif.
Ia juga menyoroti sejumlah kasus yang terjadi di berbagai daerah, seperti di Aceh dan Yogyakarta, sebagai alarm keras bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah di Jawa Timur.
“Ini harus menjadi momentum. Kalau hanya imbauan, dampaknya terbatas. Kita ingin ada langkah nyata agar negara benar-benar hadir melindungi anak,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Lebih jauh, Sri Wahyuni mendorong DPRD Jatim untuk tidak berhenti pada pernyataan moral, melainkan segera memperkuat regulasi dan sistem pengawasan daycare di tingkat daerah.
Ia menilai, salah satu persoalan mendasar terletak pada lemahnya kontrol terhadap operasional daycare. Perizinan yang ada selama ini dinilai masih sebatas administratif dan belum menyentuh kualitas layanan maupun standar perlindungan anak.
“Kita melihat ada celah dalam pengawasan. Ini harus segera diisi oleh pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.
Dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, DPRD Jatim menegaskan pentingnya reformasi menyeluruh dalam sistem pengawasan daycare mulai dari regulasi, perizinan, hingga pengawasan lapangan agar keamanan dan tumbuh kembang anak benar-benar terjamin.
Editor : Setiadi