x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Dalami Urgensi Proyek Farmasi Rp22,9 Miliar, Komisi E Panggil Dinkes Jatim

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Komisi E DPRD Jawa Timur akan panggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur untuk meminta penjelasan terkait urgensi proyek pembangunan Gedung Instalasi Farmasi senilai Rp22,9 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran. 

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim, menegaskan bahwa langkah pemanggilan ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah. 

“Kami akan memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan secara detail terkait urgensi proyek tersebut. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, setiap belanja harus benar-benar berbasis prioritas,” ujar Suli Daim, Kamis (2/3/2026). 

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, proyek yang bersumber dari APBD 2026 tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, terutama dari sisi kebutuhan mendesak dan dampaknya terhadap pelayanan publik. Ia menilai, besarnya nilai anggaran yang mencapai hampir Rp23 miliar harus diimbangi dengan argumentasi yang kuat dari pemerintah daerah. 

“Jangan sampai di satu sisi kita bicara efisiensi, tetapi di sisi lain ada belanja besar yang belum jelas urgensinya. Ini harus sinkron,” tegasnya. 

Meski demikian, Suli tidak menampik bahwa keberadaan gedung instalasi farmasi memiliki peran penting dalam mendukung sistem distribusi dan penyimpanan obat yang lebih baik. Namun, ia menekankan bahwa timing pelaksanaan proyek tetap harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. 

Komisi E, lanjutnya, akan mendalami berbagai aspek, mulai dari perencanaan, kebutuhan riil di lapangan, hingga potensi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jika dinilai belum mendesak, opsi penjadwalan ulang proyek juga akan dipertimbangkan. 

“Kalau memang belum prioritas, tentu bisa kita dorong untuk ditunda atau dijadwalkan ulang. Prinsipnya, anggaran harus digunakan seefektif mungkin untuk kepentingan masyarakat,” katanya. 

Rencana pemanggilan ini sekaligus menjadi bentuk dorongan DPRD agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur lebih transparan dalam menyusun dan menjalankan program belanja, khususnya di sektor kesehatan. 

Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pemanggilan tersebut maupun penjelasan detail mengenai urgensi proyek pembangunan gedung farmasi dimaksud.

Artikel Terbaru
Selasa, 19 Mei 2026 22:23 WIB | Politik & Pemerintahan

Eri Cahyadi Berangkat Haji, Ultimatum Kepala Dinas: Aduan Warga Harus Selesai 1x24 Jam

Lingkaran.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pelayanan publik di Kota Pahlawan tetap berjalan maksimal selama dirinya menunaikan ibadah ...
Selasa, 19 Mei 2026 22:06 WIB | Umum

RSUD Dr. Soetomo Rugi Rp10 Miliar Pascakebakaran, Pemprov Jatim Ajukan Bantuan ke Kemenkes

Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bergerak cepat memulihkan layanan pascakebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD ...
Selasa, 19 Mei 2026 21:55 WIB | Politik & Pemerintahan

Khofifah Tekankan ASN Harus Jadi Strategic Leader dan Game Changer di Era AI

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pemimpin strategis yang adaptif dan tangguh ...