Lingkaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak mempercepat relokasi warga yang masih bertahan di kawasan Kampung 1001 Malam, Jalan Lasem Barat, Dupak, Kecamatan Krembangan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan hunian yang lebih layak dan kehidupan yang lebih baik bagi warga setempat.
Sebanyak 23 kepala keluarga (KK) dijadwalkan mulai direlokasi ke Rusunawa Sumur Welut pada Senin, 26 Desember 2022. Relokasi tersebut menjadi lanjutan dari proses penataan kawasan yang sebelumnya telah dimulai pada Oktober lalu.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan seluruh persiapan relokasi telah dilakukan, termasuk penyediaan armada truk untuk membantu warga memindahkan barang-barang mereka ke lokasi hunian baru.
“Berdasarkan data dari Dinas Sosial, ada 23 KK yang bersedia pindah ke rusun. Kami membantu proses relokasi mereka ke Rusunawa Sumur Welut,” kata Eddy, beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan, relokasi tidak dilakukan secara instan dalam satu hari, melainkan bertahap hingga seluruh proses selesai. Sebelum pemindahan dilakukan, jajaran perangkat daerah juga telah turun langsung melakukan pendataan serta sosialisasi kepada warga.
“Hari ini mulai dilakukan sosialisasi kepada warga terkait rencana relokasi. Jadi prosesnya dimulai 26 Desember dan berlangsung sampai selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajriatin, menyebut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan perhatian khusus terhadap masa depan warga Kampung 1001 Malam. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sebelum proses relokasi berlangsung.
“Bapak Wali Kota ingin semua warga Surabaya hidup layak. Karena itu kami kembali melakukan pendekatan, mendata kebutuhan warga, dan memastikan mereka mendapatkan pendampingan,” kata Anna.
Dalam sosialisasi tersebut, Dinsos juga menghadirkan sejumlah warga eks Kampung 1001 Malam yang kini telah tinggal di Rusunawa Sumur Welut. Mereka membagikan pengalaman setelah direlokasi, mulai dari mendapatkan hunian yang lebih layak, pekerjaan, hingga akses layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.
Anna mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 86 KK yang tinggal di kawasan Kampung 1001 Malam. Dari jumlah itu, sebanyak 23 KK telah menyatakan bersedia direlokasi dan pemerintah optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah.
“Hari ini sebagian warga sudah mulai mengepak barang-barang mereka. Kami berharap warga lainnya ikut memanfaatkan kesempatan ini demi kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Pemkot Surabaya menegaskan relokasi dilakukan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan upaya menghadirkan lingkungan hidup yang aman, sehat, dan manusiawi bagi seluruh warga.
“Apapun langkah yang dilakukan pemerintah kota, semuanya demi kebaikan dan kesejahteraan warga Surabaya,” pungkas Anna.
Editor : Setiadi