x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Peternak Bagi 62,5 Ton Telur Gratis di Blitar, DPRD Jatim Desak Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Aksi bagi-bagi telur gratis yang dilakukan ratusan peternak ayam petelur di Blitar menjadi sinyal kuat bahwa industri perunggasan rakyat tengah menghadapi tekanan serius.  

Sebanyak 62,5 ton telur atau sekitar satu juta butir dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur yang kini berada di bawah biaya produksi. 

Di tengah harga telur di tingkat peternak yang hanya berkisar Rp20.000-Rp21.000 per kilogram, masyarakat di pasar tradisional masih harus membeli telur dengan harga Rp25.000-Rp26.000 per kilogram.  

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai panjangnya rantai distribusi yang dinilai merugikan peternak sekaligus tidak memberikan keuntungan bagi konsumen. 

Sorotan itu disampaikan Anggota DPRD Jatim Dapil Blitar-Tulungagung, Jairi Irawan, yang menilai terdapat persoalan serius dalam tata niaga telur di daerah sentra produksi tersebut. 

"Per hari ini di pasar tradisional Kota Blitar harga telur masih di angka Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram, sedangkan telur omega sekitar Rp33.000. Berarti ada jarak harga yang cukup jauh jika dibandingkan harga telur di kandang, padahal masih dalam satu wilayah kabupaten," kata Jairi, Selasa (2/6/2026). 

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim itu menegaskan pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat kondisi peternak yang terus merugi.  

Menurutnya, diperlukan langkah konkret untuk memangkas rantai distribusi agar harga telur di tingkat peternak dan pasar lebih seimbang. 

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pembentukan atau penguatan BUMD Pangan sebagai stabilisator harga sekaligus pengatur distribusi komoditas strategis. 

"BUMD Pangan bisa menjadi solusi untuk menstabilkan harga telur di pasaran sehingga selisih harga antara kandang dan pasar tidak terlalu jauh. Selain itu juga dapat mempercepat distribusi telur lintas daerah," ujarnya. 

Tak hanya itu, Jairi juga mendorong pemerintah mengoptimalkan penyerapan produksi telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).  

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi instrumen efektif menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan sekaligus melindungi peternak rakyat dari gejolak harga. 

"Program MBG perlu dimaksimalkan karena ini salah satu cara untuk menstabilkan harga telur di masyarakat dan melindungi peternak tradisional," tegasnya. 

Jairi juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan baku pakan, khususnya jagung, yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur. 

Saat ini, kata dia, Harga Pokok Produksi (HPP) telur berada di kisaran Rp23.000 per kilogram. Namun fakta di lapangan menunjukkan telur dijual peternak hanya Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. 

"Artinya peternak menjual di bawah biaya produksi. Jika kondisi ini berlangsung lama, banyak peternak rakyat yang bisa gulung tikar," katanya. 

Sebelumnya, ratusan peternak ayam petelur dari Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek menggelar aksi membagikan telur gratis di kawasan Patung Bung Karno, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (1/6/2026). 

Koordinator aksi, Suyanto, menyebut harga telur sudah jatuh di bawah HPP selama hampir dua bulan terakhir. Di saat yang sama, harga pakan justru terus mengalami kenaikan sehingga memperbesar kerugian peternak. 

Dengan kerugian sekitar Rp2.000 per kilogram, peternak rakyat harus menanggung beban besar setiap hari. Padahal, Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra telur terbesar di Indonesia dengan populasi ayam petelur mencapai sekitar 30 juta ekor. 

Karena itu, gejolak harga yang terjadi di Blitar bukan hanya persoalan lokal, melainkan juga berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan telur nasional jika tidak segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Artikel Terbaru
Selasa, 02 Jun 2026 12:00 WIB | Politik & Pemerintahan

BKD Jatim Perpanjang Pengangkatan PNS Formasi 2024, Masih Ada 223 CPNS Belum Diusulkan

Lingkaran.net - Kabar penting bagi ribuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Badan Kepegawaian ...
Senin, 01 Jun 2026 16:06 WIB | Politik & Pemerintahan

Khofifah Pangkas Perjalanan Dinas ASN Jatim, Dalam Negeri 50 Persen dan Luar Negeri 70 Persen

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah tegas untuk menekan belanja birokrasi sekaligus mendorong efisiensi anggaran di ...
Senin, 01 Jun 2026 14:16 WIB | Umum

Polda Jatim Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

Lingkaran.net - Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 dimanfaatkan Polda Jawa Timur untuk menguatkan kembali semangat kebangsaan. Membacakan amanat Kepala BPIP ...