x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

IHSG Jatuh di Bawah 6.000, Sentuh Level Terendah dalam 5 Tahun

Avatar lingkaran.net

Ekbis

Lingkaran.net – Pergerakan pasar saham Indonesia kembali berada di bawah tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Mengalami koreksi tajam hingga menyentuh level terendah dalam 5 tahun terakhir. Ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan sentimen investasi nasional.

Setelah sempat dibuka menguat mengikuti sentimen positif bursa Asia, IHSG justru berbalik arah dan masuk ke zona merah akibat derasnya aksi jual yang terjadi sejak awal sesi perdagangan. Tekanan tersebut membuat indeks kehilangan ratusan poin dan kembali ke area yang terakhir kali terlihat pada masa pandemi Covid-19.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat terperosok hingga di bawah level psikologis 6.000 sebelum akhirnya bergerak di kisaran level tersebut. Kondisi ini memperpanjang tren pelemahan yang dalam beberapa pekan terakhir terus membayangi pasar modal Indonesia.

Anjloknya IHSG tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah faktor dinilai menjadi pemicu, mulai dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga sentimen global yang masih belum kondusif. Sebelumnya, pasar juga sempat diguncang oleh keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks global serta meningkatnya kekhawatiran investor asing terhadap daya tarik pasar domestik.

Tekanan juga datang dari kebijakan moneter yang lebih ketat. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia beberapa waktu lalu membuat sebagian investor memilih menahan risiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman.

Kondisi ini menjadi alarm bagi pasar modal nasional. Meski demikian, sejumlah analis menilai pelemahan tajam tersebut juga membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat yang harganya telah terkoreksi signifikan.

Bagi investor ritel, situasi saat ini menuntut kehati-hatian. Fluktuasi pasar yang tinggi berpotensi terus berlangsung selama sentimen domestik maupun global belum menunjukkan perbaikan yang kuat. Namun sejarah menunjukkan, setiap fase koreksi tajam di pasar saham juga kerap menjadi titik awal pemulihan ketika kepercayaan investor mulai kembali tumbuh.

Artikel Terbaru
Senin, 07 Sep 2026 09:15 WIB | Politik & Pemerintahan

88 Paket Hibah APBD Jatim Senilai Rp24,2 Miliar Bermasalah, Ada Penerima Ganda

Lingkaran.net - Penyaluran hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam APBD 2026 mendapat sorotan DPRD Jatim. Komisi E menemukan 88 hibah senilai ...
Minggu, 06 Sep 2026 19:08 WIB | Politik & Pemerintahan

AMPG Jatim Diminta Tak Sekadar Omon-Omon, Bidik Pemilih Pemula 2029

Lingkaran.net - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Timur diminta tidak berhenti pada penguatan kapasitas kader, tetapi mampu menerjemahkan ilmu yang ...
Minggu, 06 Sep 2026 10:08 WIB | Umum

Enam RS Plat Merah Jatim Diguyur Tambahan APBD, RSUD dr Soetomo Tembus Rp1,734 Triliun

Lingkaran.net - Tambahan anggaran untuk sejumlah rumah sakit plat merah milik Pemprov Jawa Timur dalam Perubahan APBD 2026 mendapat perhatian serius Komisi E ...