x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Reses di Bojonegoro, Sri Wahyuni Perjuangkan Renovasi Balai Desa, TK dan Saluran Irigasi Sawah

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Warga Desa Tlogoagung, Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan kepada Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, saat kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Senin (27/7/2026). 

Aspirasi yang disampaikan warga cukup beragam, mulai dari kebutuhan renovasi kantor balai desa, perbaikan bangunan TK Aisyiyah Tlogoagung, hingga pembangunan saluran pengairan untuk mengalirkan air dari sungai atau Bengawan Solo ke area persawahan. 

Ketiga persoalan tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat, kualitas pendidikan anak usia dini, serta produktivitas petani. 

Warga berharap kondisi kantor balai desa yang membutuhkan perbaikan dapat segera ditangani. Sebagai pusat pelayanan pemerintahan desa, keberadaan balai desa yang layak dinilai penting untuk mendukung aktivitas pelayanan administrasi dan berbagai kegiatan masyarakat. 

Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan renovasi bangunan TK Aisyiyah Tlogoagung. Perbaikan fasilitas pendidikan anak usia dini dinilai penting untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. 

“Fasilitas pendidikan anak usia dini harus menjadi perhatian. Anak-anak membutuhkan tempat belajar yang aman dan layak,” ujar Sri Wahyuni. 

Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berbicara mengenai jenjang sekolah menengah dan perguruan tinggi. Kualitas pendidikan harus dibangun sejak usia dini, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. 

Politikus Demokrat asal Dapil Bojonegoro-Tuban ini pun mendorong agar kebutuhan renovasi TK tersebut segera didata secara detail. Pemerintah desa dan pengelola sekolah dapat menyusun daftar kebutuhan prioritas, mulai dari kondisi bangunan, ruang kelas, sanitasi, hingga fasilitas pendukung lainnya. 

Dengan data tersebut, kebutuhan renovasi dapat diajukan melalui skema bantuan yang sesuai dan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensinya. 

“Yang penting ada data dan perencanaan yang jelas. Dari situ kita bisa menentukan mana yang harus diprioritaskan dan bagaimana skema pembiayaannya,” jelasnya. 

Aspirasi lain yang tak kalah penting datang dari para petani. Warga berharap adanya pembangunan saluran yang dapat mengalirkan air dari sungai atau Bengawan Solo menuju area persawahan. 

Selama ini, ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani, terutama ketika memasuki musim kemarau. Padahal, wilayah tersebut memiliki sumber air yang cukup besar. Persoalannya, air tersebut belum sepenuhnya dapat dialirkan secara optimal ke lahan pertanian. 

Sri Wahyuni menilai pembangunan jaringan pengairan membutuhkan perencanaan teknis yang matang. Tidak cukup hanya membangun saluran, tetapi harus dipastikan pula titik pengambilan air, jalur saluran, kapasitas debit, serta sistem distribusinya. 

“Kalau airnya ada tetapi tidak bisa dialirkan ke sawah, maka manfaatnya belum maksimal. Karena itu, perlu kajian teknis untuk melihat bagaimana saluran ini bisa dibangun dan menjangkau lahan pertanian,” katanya. 

Ia mendorong agar pemerintah desa bersama kelompok tani melakukan pemetaan kebutuhan secara menyeluruh. Pemetaan tersebut meliputi luas lahan yang membutuhkan pengairan, jumlah petani yang terdampak, kondisi saluran yang sudah ada, serta titik yang paling memungkinkan untuk pembangunan jaringan baru. 

Menurutnya, pembangunan saluran pengairan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi cuaca. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, produktivitas pertanian diharapkan dapat lebih terjaga. 

“Solusinya harus dirancang secara berkelanjutan. Jangan setiap musim kemarau baru kita mencari air. Kalau memang sumber air tersedia, harus dipikirkan bagaimana membangun jaringan pengairan yang bisa dimanfaatkan petani secara berkelanjutan,” tegasnya. 

Untuk memastikan aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan reses, Sri Wahyuni berkomitmen membawa persoalan tersebut ke dalam pembahasan bersama pihak-pihak terkait. 

Renovasi balai desa akan didorong melalui pemetaan kebutuhan dan skema bantuan pembangunan yang sesuai. Sementara untuk renovasi TK Aisyiyah, kondisi bangunan dan kebutuhan fasilitas akan menjadi dasar pengajuan bantuan. 

Sedangkan untuk pembangunan saluran pengairan, diperlukan koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta instansi teknis terkait. Sebab, pengelolaan sumber daya air dan pembangunan jaringan irigasi membutuhkan kajian lintas kewenangan. 

Sri Wahyuni menegaskan, kegiatan reses merupakan kesempatan untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus mencari jalan keluar yang realistis. 

“Reses bukan hanya mendengar aspirasi, tetapi juga bagaimana aspirasi itu bisa dikawal agar ada tindak lanjut. Kita harus melihat mana yang bisa segera dilakukan dan mana yang membutuhkan perencanaan jangka panjang,” ujarnya. 

Menurutnya, tiga aspirasi warga Tlogoagung tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Balai desa yang layak akan memperkuat pelayanan publik, sekolah yang nyaman akan mendukung pendidikan anak, sedangkan pengairan yang baik akan membantu menjaga keberlanjutan pertanian. 

Karena itu, Sri Wahyuni berharap seluruh aspirasi yang disampaikan warga dapat segera ditindaklanjuti melalui perencanaan yang jelas, data yang akurat, serta koordinasi antarinstansi. 

“Kalau semua pihak bergerak bersama dan perencanaannya jelas, persoalan-persoalan ini bisa dicari solusinya secara bertahap. Yang paling penting, kebutuhan masyarakat harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Minggu, 26 Jul 2026 22:03 WIB | Politik & Pemerintahan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo 51,1 Persen

Lingkaran.net - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan. Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research ...
Minggu, 26 Jul 2026 15:15 WIB | Hype

Potensi Wisata Jatim Melimpah, tapi Wisatawan Cuma Tinggal 1,5 Hari

Lingkaran.net - Jawa Timur memiliki potensi pariwisata yang sangat beragam. Namun, kekayaan destinasi tersebut dinilai belum dikelola secara fokus dan ...
Minggu, 26 Jul 2026 14:05 WIB | Umum

Jatim Dikepung Karhutla, 15,5 Hektare Lahan Terbakar di 4 Kabupaten

Lingkaran.net - Jawa Timur kembali menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau. Dalam sehari, karhutla ...