Lingkaran.net - Sekretaris DPRD Jawa Timur Mohammad Ali Kuncoro memilih turun langsung menemui massa Solidaritas Aksi Rakyat Indonesia Jawa Timur (SATRIA Jatim) untuk meredakan ketegangan saat aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).
Sebelumnya, situasi di depan Gedung DPRD Jatim sempat memanas. Massa yang berusaha masuk ke gedung terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Ali Kuncoro kemudian mendatangi massa dan meminta mereka tidak memperkeruh keadaan.
“Wes, nggak usah ngamuk. Solusinya yang penting,” ujar Ali kepada peserta aksi.
Tak hanya meminta massa menahan diri, Ali juga menawarkan pemeriksaan medis bagi peserta yang merasa mengalami luka akibat aksi dorong tersebut.
“Ayo, siapa yang mau ke rumah sakit, saya periksakan semuanya kalau mau visum,” katanya.

Pendekatan tersebut membuat ketegangan berangsur mereda. Ali kemudian membuka ruang dialog dengan menerima dua perwakilan massa untuk masuk ke ruang Sekwan dan menyampaikan tuntutan secara langsung.
Ali juga menyampaikan bahwa dirinya tidak menyalahkan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Menurutnya, petugas menjalankan tugas untuk menjaga keamanan, terlebih saat massa berupaya merangsek masuk ke gedung DPRD.
“Kalau merangsek masuk kan akan ada paripurna. Saya tidak menyalahkan polisi, karena mengamankan. Polisi tidak mungkin keras,” ujarnya.
Sementara itu, Korlap SATRIA Jatim Mahmudi menyatakan tuntutan utama massa adalah meminta penghentian MBG. Mereka juga mendesak DPRD Jatim mengevaluasi sejumlah program pemerintah lainnya.
SATRIA Jatim meminta DPRD Jatim memfasilitasi dialog dengan Presiden Prabowo Subianto atau pihak yang mewakili. Mereka juga mengancam menggelar aksi jilid II apabila tuntutan penghentian MBG tidak dipenuhi.
Editor : Setiadi