x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Soroti Anggaran Pemprov Baru Terserap 36 Persen

Avatar Redaksi

Politik & Pemerintahan

Surabaya, Lingkaran.net DPRD Jatim menyoroti serapan anggaran belanja pada APBD 2024 hingga triwulan kedua baru mencapai 36 persen. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Jatim, Hadi Dediyansah.

Ia membeberkan bahwa selama 6 bulan ini anggaran belanja dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah masih tergolong rendah.

"Semestinya kita berpatokan parameter penyerapan adalah setiap triwulan. Tetapi triwulan pertama pun dengan alasan musim politik penyerapan tidak maksimal begitu juga ke triwulan dua juga sangat rendah," ungkap Hadi Dediansyah, Rabu (3/7).

Politisi Partai Gerindra tersebut mendesak agar Pj Gubernur Jatim segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana. Agar mampu berkinerja lebih cepat lagi.

"Kinerja OPD ini perlu di evaluasi, seringkali saat rapat hearing dengan mereka, selalu mengatakan segera ditindaklanjuti tapi pelaksanaan, zonk lagi,” katanya.

Menurutnya, di tengah masa transisi DPRD Jatim periode 2019-2024 ke 2024-2029 dia melihat belum ada tanda-tanda yang menunjukkan kinerja OPD yang maksimal.

Cak Dedi sapaan akrabnya ini menambahkan, karena kalau dilihat dari faktual penyerapan anggarap belum mencapai 40 persen. Lalu juga realisasi dari program sinergitas Pokok pikiran DPRD Jatim juga tidak ada yang terealisasi.

"Sampai sekarang (sinergitas) belum ada yang teralisasi. Contohnya di OPD Pekerjaan Umum mitra komisi D belum ada tanda tanga masuk NPHD apalagi pencairan. Yang ada masih proses survei dan administrasi," terangnya.

Imbas dari lambannya kinerja OPD-OPD ini, lanjut Cak Dedi, tidak hanya membuat hubungan eksekutif legislatif menjadi kurang baik. Hal ini juga akan berdampak ke masyarakat langsung.

Karena program ini berasal dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan DPRD dan seharusnya direalisasikan eksekutif.

"DPRD Jatim kerap kali dituduh tukang hoaks. Karena tidak memperjuangkan aspirasi dari masyarakat," keluhnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menyampaikan sudah memperhatikan persoalan penyerapan anggaran yang masih sekitar 36 persen ini.

Menurutnya, angka penyerapan yang ada sampai Juni 2024 ini sebenarnya sudah cukup tinggi dibanding penyerapan provinsi secara nasional.

"Karena rata-rata nasional pennyerapan anggaran masih 29%. Apa yang menjadi hak rakyat itu yang kami utamakan. Nanti segera kita cek lagi (di OPD-OPD)," pungkasnya. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Senin, 05 Okt 2026 15:11 WIB | Politik & Pemerintahan

Reses, Cak Yebe Disambati Denda Listrik PLN

Keluhan warga menjadi salah satu aspirasi yang diterima Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko ...
Senin, 05 Okt 2026 08:47 WIB | Edukasi

Lomba Esai Fisika Unesa 2026, SMAM X Surabaya Raih The Best Paper dan The Best Poster

Lingkaran.net – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAM X) dalam Lomba Esai Konstanta Fisika Unesa 2026. Dua tim yang dikirim ...
Sabtu, 03 Okt 2026 15:51 WIB | Politik & Pemerintahan

Jeda Pemilu Nasional-Lokal Bisa 2,5 Tahun, Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Lingkaran.net - Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal mulai 2029 bakal menciptakan masa transisi panjang di daerah. Rentang jeda sekitar dua hingga dua ...