Cermin Pintar Karya Mahasiswa Ini Bisa Baca 8 Tanda Vital Tubuh 

Reporter : Alkalifi Abiyu
Cermin pintar ini dikembangkan oleh tim mahasiswa angkatan 2022 yang menamai diri Masuk Surga.

Lingkaran.net - Inovasi di bidang layanan kesehatan terus lahir dari kampus. Kali ini, tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan Hi-Me!, sebuah cermin cerdas berbasis teknologi multisensor dan deep learning yang mampu melakukan skrining kesehatan secara cepat dan efisien. 

Cermin pintar ini dikembangkan oleh tim mahasiswa angkatan 2022 yang menamai diri Masuk Surga, terdiri dari Nehemy Davis Suryanto, Andi Lisnaini Ramadhani, dan Wean Harmiwan Bontong, dengan bimbingan dosen Teknik Biomedik ITS, Nada Fitrieyatul Hikmah ST MT. 

Baca juga: Jatim Tertinggi Kasus Super Flu, Fraksi PDIP Ingatkan Ancaman Serius

Andi menjelaskan, Hi-Me! lahir dari proses brainstorming bersama dosen pembimbing yang mendorong pengembangan riset tugas akhir menjadi inovasi nyata. Fokus utamanya adalah menjawab persoalan klasik di fasilitas kesehatan, yakni lamanya waktu antrean pasien. 

“Hi-Me! dirancang untuk membantu mengurangi waktu tunggu pasien yang kerap melebihi 60 menit sebagaimana ketentuan Kementerian Kesehatan,” ujar Andi, Senin (12/1/2026). 

Secara teknis, Hi-Me! memanfaatkan lima sensor utama untuk mengukur tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju pernapasan, dan denyut nadi.  

Tak hanya itu, tiga model deep learning juga diterapkan untuk mengestimasi tekanan darah sistolik dan diastolik serta kadar gula darah secara non-invasif. 

“Seluruh delapan parameter tanda vital tubuh dapat terukur hanya dalam waktu sekitar tiga menit,” tambah Andi. 

Keunggulan lain Hi-Me! terletak pada sistem electronic medical record (EMR) berbasis web yang memungkinkan pengguna mengakses riwayat pemeriksaan secara daring. Meski belum terintegrasi langsung dengan sistem rumah sakit, fitur ini dinilai mampu memudahkan pencatatan dan pemantauan data kesehatan secara mandiri. 

“Data hasil pemeriksaan bisa disimpan dan diakses kapan saja tanpa harus bekerja sama langsung dengan rumah sakit,” jelas Andi. 

Baca juga: Mahasiswa Ini Ciptakan Alat Deteksi TBC Berbasis Suara Batuk, Sensitivitas Tembus 76 Persen

Dari sisi efisiensi layanan, Hi-Me! dinilai mampu membantu tenaga medis memperoleh data awal kondisi pasien secara lebih praktis. Integrasi delapan parameter vital dalam satu perangkat membuat proses skrining menjadi lebih ringkas, akurat, dan terkalibrasi. 

“Dengan satu alat, delapan parameter tubuh dapat terdeteksi otomatis. Ini tentu lebih praktis dan akurat karena telah melalui proses uji kalibrasi,” ungkapnya. 

Meski demikian, tim pengembang mengakui Hi-Me! masih memerlukan sejumlah tahapan lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas di fasilitas kesehatan. Saat ini, tingkat kesiapan alat diperkirakan baru mencapai 50 persen. 

“Masih diperlukan peningkatan akurasi model deep learning, kalibrasi sensor lanjutan, serta uji kelayakan dan sertifikasi sebelum digunakan secara komersial,” kata Wean. 

Baca juga: Rancang Halte Masa Depan, Mahasiswa Arsitektur ITS Sabet Juara II Kompetisi Nasional Transjakarta

Ke depan, tim Masuk Surga berencana mengembangkan Hi-Me! agar lebih fleksibel dan dapat digunakan oleh seluruh kelompok usia. Mengusung slogan Your Health, Reflected in Seconds, Hi-Me! diharapkan menjadi representasi layanan kesehatan modern yang efisien, terintegrasi, dan inklusif. 

“Kami berharap Hi-Me! bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan,” tutup Andi. 

Inovasi Hi-Me! juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.  

Melalui teknologi kesehatan yang cerdas dan berkelanjutan, mahasiswa ITS menunjukkan kontribusi konkret dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru