Lingkaran.net - Insiden pelemparan batu terhadap armada Bus Trans Jatim di Kabupaten Gresik menuai keprihatinan dari DPRD Jawa Timur.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, menyayangkan keras tindakan tersebut, terlebih pelakunya diketahui merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca juga: Budiono Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Dorong Pengawasan Ormas Terintegrasi di Seluruh Daerah
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan pelayanan mobilitas masyarakat melalui transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau justru diwarnai insiden yang tidak kita inginkan bersama. Apalagi pelakunya seorang ASN, yang seharusnya memberi contoh baik kepada masyarakat,” tegas Khusnul Arif, Jumat (16/1/2026).
Politisi Partai Nasdem ini mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk senantiasa menjaga etika berkendara dan mampu mengendalikan emosi saat berada di jalan raya.
Menurutnya, segala bentuk perselisihan lalu lintas seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.
“Kami mengimbau masyarakat, jika terjadi konflik di jalan, serahkan kepada pihak berwajib. Jangan mengambil tindakan sendiri karena itu membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Terkait insiden tersebut, Komisi D DPRD Jatim meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur untuk segera melakukan pengecekan ulang serta evaluasi menyeluruh terhadap operasional Bus Trans Jatim. Evaluasi ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa di masa mendatang.
“Dishub Jatim perlu melakukan receck dan evaluasi secara komprehensif, memastikan seluruh standar operasional prosedur Trans Jatim berjalan optimal, adaptif dengan kondisi lingkungan, wilayah operasional, serta segala bentuk perubahan dinamika di lapangan,” kata Khusnul.
Meski demikian, Khusnul Arif meminta masyarakat, khususnya penumpang transportasi publik, agar tidak khawatir. Ia meyakini aparat kepolisian akan terus menjamin keamanan dan keselamatan berkendara.
“Rasa aman dan nyaman penumpang Trans Jatim harus menjadi prioritas utama. Dengan begitu, tujuan besar kehadiran Trans Jatim benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Timur,” ucapnya.
Baca juga: 63 Anak SMP di Magetan Ajukan Nikah, DPRD Jatim Soroti Gaya Hidup Remaja
Ia juga menegaskan bahwa Trans Jatim tidak hanya ditujukan untuk kawasan Gerbangkertosusila dan Malang Raya, melainkan ke depan akan terkoneksi di seluruh wilayah Bakorwil di Jawa Timur.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial SD (50) yang diduga melakukan aksi pelemparan batu terhadap armada Bus Trans Jatim.
Pelaku diketahui merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Daendels, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, tepatnya sebelum Jembatan Gladak Manyar, pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan keterangan polisi, aksi pelaku bermula saat ia berangkat kerja dari arah Sidayu menuju Kota Gresik dengan mengendarai sepeda motor Honda Stylo berwarna hijau.
Baca juga: DPRD Jatim Minta Pemprov Jaga Harga Pangan Jelang Lebaran
Saat di lokasi kejadian, bus Trans Jatim yang melaju dari arah berlawanan menyalip kendaraan lain dan memakan jalur pelaku.
Merasa hampir tertabrak dan tersulut emosi, pelaku yang diketahui telah membawa batu dari rumah secara spontan melemparkan batu ke arah bus.
Akibat pelemparan tersebut, kaca bus pecah dan menimbulkan kepanikan di dalam bus yang saat itu mengangkut sejumlah penumpang.
Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 521 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana perusakan barang milik orang lain yang dapat membahayakan keselamatan umum.
Editor : Setiadi