Laba Bersih PT PAL Melonjak 108 Persen, Transformasi Digital dan Produksi Jadi Kunci

Reporter : Alkalifi Abiyu
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan paparan kinerja perusahaan dalam RUPST Defend ID Tahun Buku 2025 di Jakarta, Senin (26/5/2026).

Lingkaran.net - PT PAL Indonesia kembali mencatatkan kinerja gemilang. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID Tahun Buku 2025, perusahaan galangan kapal pelat merah itu berhasil membukukan lonjakan laba bersih hingga 108,58 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi besar yang dijalankan perusahaan dalam lima tahun terakhir. 

Baca juga: Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia, Ini Susunan Direksinya

“Capaian ini merupakan hasil transformasi yang telah kami jalankan selama lima tahun terakhir,” ujar Kaharuddin dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (26/5/2026). 

Menurutnya, kenaikan signifikan laba bersih didorong oleh percepatan proses produksi, efisiensi operasional secara menyeluruh, serta akselerasi digitalisasi yang membuat kinerja perusahaan semakin efektif dan kompetitif. 

Saat ini PT PAL tengah menjalankan transformasi Industri Maritim 4.0 yang mencakup perubahan model bisnis, budaya kerja, hingga strategi perusahaan.  

Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah digitalisasi sistem perusahaan, mulai dari manajemen proyek, pengelolaan SDM, hingga rantai pasok yang kini terintegrasi dalam sistem digital terpadu. 

Tak hanya itu, transformasi juga dilakukan di sektor produksi melalui modernisasi fasilitas, reorganisasi alur kerja, dan peningkatan kapasitas fabrikasi. 

Baca juga: PT PAL Bangun Geomarin V, Kapal Canggih untuk Perkuat Riset Laut Indonesia

Hasilnya, kemampuan produksi PT PAL melonjak tajam. Jika sebelumnya proses pengerjaan kapal di dock bisa memakan waktu hingga dua tahun, kini berhasil dipangkas menjadi hanya enam bulan. 

“Sekarang kami mampu menghasilkan 50 blok kapal per bulan dan waktu pengerjaan di dock berhasil dipangkas menjadi enam bulan dari sebelumnya mencapai dua tahun,” jelasnya. 

Produk pertahanan disebut masih menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis perusahaan sekaligus mempertegas kepercayaan pemerintah dan pemangku kepentingan terhadap kemampuan engineering dan produksi PT PAL. 

Kinerja positif PT PAL juga memberi dampak besar terhadap industri dalam negeri. Peningkatan proyek strategis perusahaan ikut mendorong pertumbuhan industri baja nasional, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, elektronik pertahanan, hingga teknologi maritim nasional. 

Baca juga: Dirut PT PAL Sebut Kunjungan AHY Perkuat Sinergi Industri Maritim Nasional

Kaharuddin menegaskan PT PAL kini tidak hanya berperan sebagai produsen kapal, tetapi juga menjadi penggerak utama ekosistem industri maritim nasional. 

“PT PAL saat ini bukan hanya produsen kapal, tetapi juga berperan sebagai lead integrator dan national consolidator ekosistem galangan nasional dengan melibatkan industri-industri pendukung dalam negeri agar dapat tumbuh bersama,” pungkasnya. 

Melalui sinergi bersama Holding Defend ID, PT PAL optimistis mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan industri maritim regional sekaligus mempercepat terwujudnya industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berdaya saing global.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru