Lingkaran.net - Sebanyak 561 pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kota Mojokerto resmi dikukuhkan sebagai anggota Palang Merah Remaja (PMR) masa bakti 2026–2027. Pengukuhan yang berlangsung di SMPN 2 Mojokerto, Sabtu (30/5), dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Ratusan siswa yang terdiri dari 349 anggota PMR Madya dan 212 anggota PMR Wira tersebut kini mengemban amanah sebagai relawan muda yang siap menjadi garda terdepan dalam kegiatan kemanusiaan, kesehatan, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli, disiplin, dan memiliki jiwa kemanusiaan.
“Jadilah teladan bagi teman-teman kalian. Tunjukkan bahwa relawan muda selalu siap siaga memberikan bantuan kemanusiaan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” pesan Ning Ita kepada para anggota PMR yang baru dikukuhkan.
Menurutnya, berbagai kegiatan PMR memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Mulai dari pelatihan pertolongan pertama, kegiatan sosial, kampanye hidup sehat, penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar sebagai ujung tombak kemanusiaan, kedisiplinan, dan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, PMI Kota Mojokerto juga terus memperkuat kualitas pembinaan PMR melalui pelatihan bagi para guru pembina.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pembina dalam mengelola unit PMR sekaligus menyelaraskan materi pembelajaran PMR Mula, Madya, dan Wira sesuai kurikulum PMI.
Ning Ita menilai keberadaan guru pembina memiliki peran vital dalam mencetak generasi muda yang memiliki empati, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan kerelawanan sejak dini.
“Pelatihan pembina PMR sangat strategis untuk memperkuat sistem pembinaan relawan muda sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah dan PMI Kota Mojokerto,” katanya.
Ia berharap seluruh anggota PMR yang baru dikukuhkan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan masing-masing.
“Ilmu yang kalian dapatkan hari ini akan menjadi bekal berharga saat kalian tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat. Teruslah menebar manfaat, menjaga kekompakan, dan menyebarkan semangat kemanusiaan di mana pun berada,” tuturnya.
Sebelum resmi dikukuhkan, seluruh anggota PMR telah mengikuti orientasi serta uji materi yang diselenggarakan PMI Kota Mojokerto sebagai bekal untuk menjalankan tugas dan peran mereka sebagai relawan muda.
Editor : Setiadi