Pernah Kritik MBG, Bos Buruh Said Iqbal Masuk Istana

Reporter : Redaksi
Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal

Lingkaran.net - Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, selangkah lagi resmi menjadi bagian dari lingkaran strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  

Tokoh yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan hak-hak pekerja itu dijadwalkan dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026) sore. 

Baca juga: Survei Poltracking: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 72,2 Persen

Kepastian pelantikan tersebut disampaikan langsung oleh Said Iqbal. Ia mengungkapkan telah menerima pemberitahuan resmi dari Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya pada malam sebelumnya. 

“Ya, jam 16.30 dilantik di Istana. Ditelpon semalam oleh Pak Seskab Letkol Teddy,” ujar Said Iqbal. 

Jabatan yang akan diembannya bukan posisi sembarangan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024, Penasihat Khusus Presiden memiliki kedudukan setingkat menteri. 

“Sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dengan kedudukan setingkat Menteri sesuai Perpres Nomor 137/2024,” jelasnya. 

Penunjukan Said Iqbal dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo ingin memperkuat perhatian pemerintah terhadap isu ketenagakerjaan.  

Selama puluhan tahun, Said dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam gerakan buruh Indonesia, terutama dalam memperjuangkan upah layak, perlindungan pekerja, dan regulasi ketenagakerjaan. 

Baca juga: Prabowo Tegas Bersihkan Program MBG: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri!

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memberi sinyal mengenai masuknya Said Iqbal ke dalam pemerintahan. Menurutnya, posisi yang disiapkan untuk Said tidak akan jauh dari rekam jejak perjuangannya selama ini. 

“Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026). 

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya kurang mampu menyerap tenaga kerja formal dengan gaji layak. 

"Penyerapan tenaga kerja yang sekarang terjadi kan di sektor informal. Misal MBG, betul MBG menyerap tenaga kerja, tapi informal," kata Said di Sofyan Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). 

Baca juga: SATRIA Jatim Pasang Badan untuk Kebijakan Prabowo Copot Kepala BGN

Said menjelaskan sebagian besar pekerja di dapur umum MBG alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berasal dari sektor informal, yang berarti mereka tidak mendapatkan penghasilan tetap setara upah minimum provinsi (UMP). 

Sementara itu, kesempatan kerja di sektor formal yang menawarkan gaji layak justru menurun akibat berbagai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). 

"Banyak PHK di mana-mana. Banyak orang kehilangan daripada pendapatannya," ujarnya. 

Masuknya Said Iqbal ke jajaran penasihat presiden menjadi babak baru hubungan pemerintah dengan kelompok buruh. Sosok yang selama ini kerap berada di garis depan aksi demonstrasi kini akan berada di dalam lingkaran pengambil kebijakan, dengan tugas memberi masukan langsung kepada Presiden terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru