Lingkaran.net - Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menyambut positif pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kepemimpinan baru di BGN menjadi energi baru untuk mempercepat suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat daerah.
Baca juga: Nanik S Deyang Resmi Jadi Kepala BGN, Ini Pesan Prabowo
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya mengucapkan selamat kepada Bu Nanik S. Deyang atas dilantiknya sebagai Kepala BGN beserta para wakil kepala yang baru,” ujar Gus Fawait, Senin (8/6/2026).
Gus Fawait menilai Nanik merupakan sosok yang memiliki integritas kuat dan rekam jejak yang tidak diragukan dalam mengawal pelaksanaan program MBG. Selama bertugas di BGN, Nanik dikenal tegas dalam memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Saya yakin Bu Nanik adalah orang yang integritasnya jelas. Selama ini beliau termasuk yang paling serius memastikan dapur-dapur SPPG berjalan sesuai standar BGN,” katanya.
Menurut Gus Fawait, Program Makan Bergizi Gratis tidak bisa dipandang semata-mata sebagai program pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia. Lebih dari itu, program unggulan Presiden Prabowo tersebut telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah, khususnya di kawasan pedesaan.
“Bagi kami di daerah, MBG bukan hanya soal makan bergizi. Program ini menggerakkan ekonomi desa, membuka pasar bagi produk petani, UMKM, dan menciptakan perputaran ekonomi yang luar biasa,” tegasnya.
Ia mencontohkan dampak nyata yang dirasakan petani di Kabupaten Jember. Salah satunya terjadi pada komoditas jeruk yang mengalami kenaikan harga signifikan sejak kebutuhan bahan baku MBG mulai meningkat.
“Di wilayah Jember Barat yang menjadi sentra jeruk, dulu harga jeruk hanya Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram. Sekarang bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Ini tentu menguntungkan petani,” ungkapnya.
Baca juga: Tak Bisa Tambah Sawah, Jember Pilih Gandakan Panen Lewat Oplah dan Teknologi Pertanian
Menurutnya, kenaikan harga komoditas tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan buruh tani dan pelaku usaha lainnya melalui efek berganda ekonomi.
“Kalau pendapatan petani naik, otomatis daya beli meningkat. Buruh tani ikut merasakan manfaatnya dan ekonomi desa bergerak lebih baik,” ujarnya.
Gus Fawait bahkan menyebut MBG menjadi instrumen pemerataan pembangunan yang selama ini diharapkan daerah. Melalui program tersebut, dana negara yang sebelumnya banyak berputar di pusat kini mulai dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa.
Ia memperkirakan apabila seluruh target dapur SPPG di Jember terealisasi, akan ada perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun setiap tahun di Kabupaten Jember.
“Kalau nanti sekitar 400 dapur SPPG berdiri di Jember, maka akan ada uang yang berputar sekitar Rp4,6 triliun. Ini tentu menjadi peluang besar bagi petani, UMKM, dan masyarakat desa,” katanya.
Baca juga: Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator di Kasus MBG, Netizen: Ayo Bernyanyi
Meski demikian, Gus Fawait mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu disempurnakan dalam pelaksanaan MBG. Namun menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait.
“Kalau masih ada kekurangan, itu tugas kita bersama untuk memperbaiki. Pemerintah daerah siap ikut mengawasi dan memastikan program ini berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Jember menyatakan siap bersinergi dengan BGN di bawah kepemimpinan Nanik Deyang untuk memperluas jangkauan penerima manfaat, mulai dari anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga kelompok rentan lainnya.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bu Nanik, BGN akan berlari lebih kencang untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo, yakni meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani, UMKM, dan masyarakat desa,” pungkasnya.
Editor : Setiadi