x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

PKL GOR A Yani Kota Probolinggo Sepi Pembeli, Pedagang Minta Payon

Avatar M Hidayatullah

Umum

Lingkaran.net - Sentra kuliner di area GOR A Yani di Jalan Dr Soetomo Kota Probolinggo, belum bisa menarik minat pembeli secara maksimal. Padahal sudah hampir dua bulan dibuka.

Puluhan PKL yang berjulan di tempat tersebut merupakan hasil relokasi yang sebelumnya  berjualan di seputar alun alun kota setempat.

Diduga penyebab menurunnya minat pengunjung untuk datang ke area tersebut dikarenakan belum adanya atap payon peneduh dan tidak ada toilet umum bagi pengunjung.


"Malas mau masuk ke area sentra kuliner sebab area itu masih panas saat pagi dan siang hari serta tidak ada toilet," kata Ramdani salah satu warga Probolinggo, Jumat (3/10/2025).

Bangunan untuk stand pada sentra kuliner di sana sudah tertata dengan rapi. Namun belum maksimal pembangunannya serta tidak ada fasilitas umum bagi pengunjungnya termasuk untuk kamar kecil.

"Ini justru membuat pembeli sulit untuk masuk, mending cari tempat kuliner di luar are itu," ucapnya.

Dengan belum dilengkapi fasilitas payon dan fasilitas toilet, membuat daya tarik masyarakat untuk singgah mencari kuliner disana masih cenderung rendah.

"Sangat sepi mas pembelinya, dibadingkan pada saat berjualan diarea alun-alun kemarin sebelum ada relokasi," kata Kholil salah satu pedagang.

Sepinya pembeli yang datang secara otomatis membuat omzet pendapatan puluhan PKL di lokasi tersebut menurun drastis.

"Bayangkan saja mas,  hari saja saya hanya mendapatkan 10 ribu omzetnya, mau untung gimana balik modal saja sudah untung," keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Elry, salah satu penjual soto. Ia menyebutkan dirinya mulai berjualan di standnya sejak pukul 16.00 sampai jam 21.30 WIB saja.

"Mau berjulan mulai pagi dan siang gak bisa karena areanya ketika siang hari panas. Sebab tidak ada payon peneduhnya," katanya.

Sehingga banyak pembeli yang kurang berminat untuk mencari kuliner diarea ini. Sedangkan dirinya bersama PKL lain ingin mencari penghasilan dari berjualan untuk memperoleh keuntungan. 

"Tetapi fakta yang ada hingga hampir dua bulan ini justru omset pedagang terus menurun, bahkan sudah mulai banyak PKL lain yang sudah tidak betah dengan memilih tutup bedak," ucapnya.

Erly juga menyebutkan memilih menutup stand jualan itu karena dinilai pembelinya sepi. Bahkan sehari saja dirinya hanya memperoleh pendapatan kotor dari hasil penjualan dagangannya hanya berkisar Rp20-50 ribu saja.

"Bisa dibayangin sendiri mau dapat untung dari mana kalau seperti ini kondisinya," ujarnya.

Erly berharap dengan adanya upaya pemerintah Kota Probolinggo, melakukan penertipan dengan merolakasi para PKL ke tempat ini, agar betul betul dipikirkan secara matang.

"Kita sudah mengikuti arahan dari pemerintah tetapi harapan kami sebagai pedagang disini untuk bisa segara dibangunkan payon dan toilet umum bagi pengunjung. Karena rata rata banyak mengeluhkan soal keduanya mereka akhirnya pilih cari tempat makan di daerah lain," pintanya.

Bahkan ia juga menegaskan, jika pemerintah tidak segara merealisasikan dua hal itu, maka secara otomatis jumlah PKL yang ada disini akan kabur dan akan mencari tempat lain.

"Kita berjualan ingin mencari untung bukan terus menerus rugi," ucapnya.

Artikel Terbaru
Sabtu, 25 Apr 2026 12:39 WIB | Politik & Pemerintahan

Pejabat Dishub Jatim Keceplosan Pakai BBM Subsidi? Abdul Halim Nyeletuk Begini

Lingkaran.net - Di tengah pembahasan serius, muncul momen yang mencuri perhatian. Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jatim, Ainur Rofiq, ...
Sabtu, 25 Apr 2026 12:06 WIB | Politik & Pemerintahan

Sopir Logistik Ancam Demo Besar 29 April, DPRD Jatim Janji Koordinasi Lintas Sektor

Lingkaran.net - Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim menerima langsung perwakilan Gerakan Sopir Jawa Timur yang menyuarakan sederet persoalan krusial di ...
Sabtu, 25 Apr 2026 11:46 WIB | Umum

Rekor MURI Dibidik, 44 Ribu Pramuka Surabaya Siap Dikukuhkan

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya tengah bersiap mengukir sejarah baru di tahun 2026. Sebanyak 44.638 anggota Pramuka dari tingkat Siaga hi ...