x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Dulu Kompak Masak Bandeng Bareng Aris Mukiyono, Kini Aftabuddin Jadi Plt ESDM Jatim

Avatar Alkalifi Abiyu

Hype

Lingkaran.net - Dinamika panas melanda sektor energi Jawa Timur. Di tengah kasus korupsi yang menjerat Kepala Dinas ESDM sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) guna menjaga stabilitas layanan publik. 

Nama yang ditunjuk bukan sosok asing di lingkar pemerintahan: Aftabuddin Rijaluzzaman resmi dipercaya menjadi Plt Kepala Dinas ESDM, menggantikan Aris Mukiyono yang kini berstatus tersangka. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 800/2506/204.4/2026 tertanggal 17 April 2026. 

“Penunjukan Plt ini penting agar seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk pelayanan perizinan dan fungsi pengawasan di sektor ESDM,” tegas Khofifah, Sabtu (18/4/2026). 

Namun di balik dinamika serius ini, terselip cerita unik. Jejak digital menunjukkan, hanya sebulan sebelum badai kasus ini mencuat, dua nama tersebut pernah tampil kompak dalam suasana yang jauh dari nuansa birokrasi yakni di dapur. 

Melalui unggahan akun resmi Biro Perekonomian Jatim dan Dinas ESDM jatim pada 19 Maret 2026, Aftabuddin Rijaluzzaman dan Aris Mukiyono tampil sebagai “duet maut” dalam lomba memasak bandeng. 

Mengusung tajuk “Duet Maut di Dapur: Bandeng Juara”, keduanya memamerkan kolaborasi lintas sektor, ekonomi dan energi yang kala itu justru menuai pujian. 

Di hadapan Gubernur Khofifah, mereka menyajikan menu andalan “Bandeng Rempah Optimis Jatim”, lengkap dengan teknik slow-cooking, bumbu rempah kaya rasa, hingga sentuhan segar belimbing wuluh dan kemangi. 

Narasi yang dibangun saat itu begitu optimistis. Sinergi OPD tak hanya solid di meja rapat, tapi juga kompak di dapur untuk mempromosikan potensi pangan lokal. 

Kini, konteksnya berubah drastis. Dari dapur penuh pujian, satu nama harus tersandung kasus hukum, sementara satu lainnya justru naik mengisi posisi strategis di tengah krisis kepercayaan publik. 

Peralihan ini menjadi potret kontras birokrasi antara citra kolaborasi yang hangat dan realitas tata kelola yang diuji. Publik pun kini menaruh harapan sekaligus sorotan pada kepemimpinan baru di tubuh ESDM Jatim. 

Akankah “duet dapur” yang dulu dipuji itu berubah menjadi momentum pembenahan? Atau justru membuka babak baru yang lebih kompleks?
Yang jelas, kali ini bukan soal rasa di atas piring melainkan soal integritas di balik kebijakan.

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB | Umum

Karhutla Kepung Pegunungan Jatim, Bromo hingga Arjuno Masih Dilanda Api

Lingkaran.net - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur. Hingga Minggu (18/10/2026), titik api masih terpantau ...
Minggu, 18 Okt 2026 14:48 WIB | Politik & Pemerintahan

Fraksi PDIP DPRD Jatim Kritik Wacana Gaji ASN Dibayar Lewat Koperasi Merah Putih

Lingkaran.net - Wacana pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menuai kritik. Kebijakan yang digulirkan ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:21 WIB | Umum

Beri Kado Ultah Prabowo, Cak Yebe Dorong Pengelolaan Urban Farming

Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mendorong pengelolaan sampah rumah tangga dan pengembangan pertanian perkotaan atau urban ...