x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Kartini 2026: Emansipasi di Era Digital, Sudah Sejauh Mana Kita Melangkah?

Avatar Redaksi

Hype

Lingkaran.net - Setiap tanggal 21 April, nama Raden Ajeng Kartini kembali bergema. Ia bukan sekadar simbol perempuan Jawa dengan kebaya anggun, tetapi representasi keberanian melawan batas, tradisi, ketidakadilan, dan ketimpangan akses pendidikan.  

Namun, di tahun 2026, pertanyaan pentingnya bukan lagi siapa , melainkan apakah semangatnya masih hidup dalam realitas kita hari ini? 

Di , memang telah melangkah jauh. Akses pendidikan semakin terbuka, ruang publik lebih inklusif, dan banyak perempuan menduduki posisi strategis, dari parlemen hingga perusahaan rintisan.  

Media sosial bahkan memberi panggung bagi suara-suara yang dulu terpinggirkan. Namun, di balik kemajuan itu, tantangan baru justru muncul dalam wajah yang lebih kompleks. 

Perempuan kini tidak hanya menghadapi diskriminasi konvensional, tetapi juga kekerasan berbasis digital, mulai dari pelecehan online, eksploitasi konten, hingga tekanan standar kecantikan yang tak realistis.  

Ironisnya, ruang yang seharusnya membebaskan justru bisa menjadi penjara baru yang tak kasat mata. 

Lebih jauh lagi, kesenjangan masih nyata. Di berbagai daerah, akses pendidikan dan kesehatan bagi perempuan belum merata. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi alarm keras yang belum sepenuhnya dijawab dengan sistem perlindungan yang kuat. 

Di sinilah refleksi 2026 menemukan relevansinya. 

Kartini dulu menulis, “Habis gelap terbitlah terang.” Tapi terang yang ia maksud bukan datang dengan sendirinya, melainkan diperjuangkan. Dan hari ini, perjuangan itu belum selesai. Ia hanya berganti medan. Dari ruang pingitan ke ruang digital, dari surat-surat ke algoritma, dari diskriminasi terang-terangan ke bias yang tersembunyi. 

Maka, merayakan Kartini seharusnya bukan sekadar seremoni. Bukan hanya lomba berkebaya atau unggahan inspiratif. Tapi menjadi momentum untuk bertanya dengan jujur, apakah kita sudah benar-benar menciptakan ruang yang aman, adil, dan setara bagi perempuan? 

Kartini 2026 bukan tentang mengenang masa lalu, tetapi menantang masa depan. 

Karena emansipasi sejati bukan ketika perempuan diberi ruang, tetapi ketika mereka tak lagi harus meminta ruang. (*)

Artikel Terbaru
Rabu, 09 Sep 2026 21:31 WIB | Ekbis

Dindik Jatim Dikepras Rp104,5 Miliar, TPG 35.680 Guru Malah Belum Beres

Lingkaran.net - Anggaran pendidikan Jawa Timur justru dikepras Rp104,5 miliar di tengah masih adanya persoalan tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai ...
Rabu, 09 Sep 2026 15:31 WIB | Politik & Pemerintahan

Setoran BUMD Tembus Rp509 Miliar, Kok Target P-APBD Jatim Malah Turun?

Lingkaran.net - Ada paradoks dalam target penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur di Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Saat setoran hasil kinerja ...
Rabu, 09 Sep 2026 12:49 WIB | Politik & Pemerintahan

DTSEN Disorot Fraksi PDIP DPRD Jatim: Warga Miskin Bisa Tersisih Gara-gara Desil

Lingkaran.net - Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan tajam dari Penasihat Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa ...