x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Kabar Baik dari Tarif Listrik 2026, Stabil di Tengah Tekanan Global

Avatar Redaksi

Ekbis

Lingkaran.net - Memasuki tahun baru 2026, masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan kabar yang cukup melegakan, tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Januari–Maret 2026 dipastikan tidak naik. 

Keputusan ini diambil meski secara perhitungan formula tarif sempat mencatat potensi penyesuaian harga.

Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan biaya hidup di awal tahun, terutama ketika aktivitas rumah tangga dan usaha mulai meningkat lagi setelah libur panjang.

Berdasarkan aturan, penyesuaian tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan melalui perubahan beberapa parameter ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). 

Namun rupanya pemerintah memilih menahan perubahan tarif guna menjaga daya beli masyarakat.

Keputusan ini berlaku bagi sekitar 25 golongan pelanggan non-subsidi, dan subsidi listrik untuk golongan tertentu tetap diberikan seperti pada periode sebelumnya.

Keputusan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjaga stabilitas ekonomi di saat musim penyesuaian harga komoditas global masih rawan. 

Situasi global yang dinamis, terutama harga energi dan nilai tukar mata uang, membuat pemerintah memilih pendekatan lain. 

PLN dan Kementerian ESDM berharap kepastian tarif yang tidak naik di awal tahun membantu rumah tangga dan pelaku UMKM merencanakan anggaran dengan lebih baik. 

Berapa Tarif Listrik? 

Cara cek tarif listrik cukup muda, pelanggan bisa mengeceknya melalui lamanlaman resmi PLN di tautan https://web.pln.co.id/pelanggan/tarif-tenaga-listrik/tariff-adjustment.

Untuk yang belum bisa mengaksesnya, bisa cek di sini: 

Keperluan Rumah Tangga:

- R-1/TR (Subsidi) daya 450 VA: Rp 415 per kWh
- R-1/TR (Subsidi) daya 900 VA: Rp 605 per kWh
- R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
- R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- R-3/TR, TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Keperluan Bisnis

- B1 (Bisnis kecil) 450–5.500 VA = Rp1.444,70 per kWh
- B2 (Bisnis menengah) 6.600–200.000 VA = Rp1.444,70 per kWh
- B3 (Bisnis besar) >200.000 VA = Rp1.035,78 per kWh untuk LWBP dan WBP (Terapkan Time of Use (TOU) dengan tarif WBP/LWBP berbeda)

Keperluan Pelayanan Sosial

- S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
- S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
- S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
- S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
- S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
- S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh

Keputusan tarif listrik yang tidak naik mencerminkan pilihan kebijakan antara risiko ekonomi global dan perlindungan daya beli rakyat, serta menunjukkan bagaimana listrik sering dianggap kebutuhan dasar yang stabil.

Artikel Terbaru
Kamis, 22 Okt 2026 23:38 WIB | Politik & Pemerintahan

Indra Widya Agustina Dorong Sinergi Pemprov dan DPRD, Alsintan Jadi Pengungkit Produktivitas Petani Pacitan

Lingkaran.net - Sinergi pemerintah dan DPRD Jawa Timur dalam menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai menjadi kunci untuk mendongkrak ...
Kamis, 22 Okt 2026 08:08 WIB | Umum

Hari Santri 2026, Gus Iwan DPRD Jatim Ingatkan Santri: Jangan Hanya Kuat Agama, Iptek Juga Penting

Lingkaran.net - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju ...
Rabu, 21 Okt 2026 20:19 WIB | Umum

Hari Santri Nasional 2026: Ini Tema, Makna, Jadwal Upacara, dan Daftar Kegiatannya

Lingkaran.net - Hari Santri Nasional 2026 bukan sekadar peringatan sejarah perjuangan ulama dan santri. Momentum 22 Oktober ini juga menjadi ajakan bagi ...