Lingkaran.net - Manuver politik Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang kembali menggoda Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak untuk bergabung ke beringin langsung disambut sikap tegak lurus dari Ketua DPD Golkar Jatim Ali Mufthi. Ia menegaskan bahwa arah politik daerah sepenuhnya menunggu titah pusat.
Ali Mufthi mengatakan bahwa seluruh jajaran Golkar di daerah memilih patuh pada keputusan pimpinan pusat.
“Kita manut dawuh Ketum (Bahlil Lahadalia, red), tegak lurus. Apakah saya berani tidak seirama dengan Ketum Pak Bahlil? Tentu jawabannya tidak, karena kita tegak lurus dengan Ketum. Pokok'e kita nunggu titah Ketum, titik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).
Sebelumnya, Bahlil kembali melontarkan guyonan bernuansa politik kepada Emil saat menghadiri pelantikan serentak 38 DPD II Golkar se-Jawa Timur di Jatim Expo, Minggu (15/2/2026). Dalam sambutannya, ia menilai Emil mulai “goyang” dan menunjukkan kenyamanan terhadap Golkar.
“Pak Wagub bagaimana, sudah mulai goyang kelihatannya? Saya lihat sudah mulai goyang. Jangan terbuai dengan olahan Golkar. Tapi kalau hati mulai merasa nyaman dengan Golkar, ya tidak apa-apa juga,” kata Bahlil disambut riuh kader.
Bahlil juga menegaskan hubungan historis Golkar dengan sejumlah partai politik lain di Indonesia. Menurutnya, banyak partai lahir dari rahim yang sama sehingga perpindahan kader bukanlah hal asing.
“Golkar itu sesungguhnya bersaudara dengan NasDem, Hanura, Gerindra, dan Demokrat. Jadi saya tidak pernah merasa kepindahan kader itu benar-benar pindah, hanya hijrah sementara. Kalau rindu pulang ke rumah, silakan kembali, karena bagi saya semua berkeluarga,” tegasnya.
Editor : Setiadi