Lingkaran.net - Nama Mohan Hazian mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sosok pengusaha yang dikenal sebagai pendiri brand streetwear lokal Thanksinsomnia itu viral di platform X, setelah namanya terseret dalam dugaan kasus pelecehan terhadap seorang model.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Mohan terkait dugaan yang dituduhkan kepadanya.
Namun demikian, namanya terus diperbincangkan publik hingga, Senin (9/2/2026). Dalam sebuah utas di akun X menyebutkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemilik brand lokal berinisial “M”.
Profil Singkat Mohan Hazian
Mohan Hazian lahir di Lampung pada 4 Februari 1990. Ia dikenal sebagai pengusaha di industri kreatif, penulis, sekaligus kreator konten. Nama Mohan mulai dikenal luas setelah mendirikan Thanksinsomnia pada 2011, sebuah brand streetwear yang menyasar segmen anak muda.
Sebelum sukses seperti sekarang, Mohan disebut pernah menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari karyawan restoran hingga tenaga pemasaran. Perjalanan hidup tersebut kerap dibagikannya melalui media sosial dan tulisan, yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak pengikutnya.
Selain mengelola bisnis fashion, Mohan juga pernah menerbitkan buku yang mengangkat kisah perjuangan membangun usaha dari nol.
Brand Thanksinsomnia sendiri sempat berkembang pesat dan dikenal aktif berkolaborasi dengan berbagai figur serta komunitas kreatif.
Dugaan Kasus yang Menjadi Sorotan
Kasus yang menyeret nama Mohan bermula dari pengakuan seorang perempuan yang mengaku menjadi model dalam sesi pemotretan brand lokal pada Mei 2025. Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa setelah sesi pemotretan selesai, ia diajak makan oleh pemilik brand tersebut.
Namun, situasi yang awalnya disebut sebagai pertemuan biasa itu diklaim berubah menjadi pengalaman tidak menyenangkan. Korban mengaku mengalami tindakan fisik yang tidak diinginkan. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu reaksi luas dari warganet.
Meski dalam utas tersebut tidak disebutkan nama secara langsung, publik kemudian mengaitkan inisial “M” dengan Mohan Hazian, mengingat keterkaitan waktu, konteks, dan brand yang disebutkan.
Editor : Baehaqi