Lingkaran.net - Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar, Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo, Minggu (29/3/2026).
Peresmian sekaligus perayaan Hari Lahir (Harlah) Ke-40 RSU Muslimat Ponorogo ini juga dihadiri beberapa tokoh lain seperti Mantan Menteri Pendidikan Prof Muhammad Nuh, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, dan Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Gus Ipul hadir di lokasi pukul 10.35 WIB, di sambut oleh hadrah, dilanjutkan pemberian santunan kepada anak yatim. Secara simbolis Rais Aam, Gus Ipul, Khofifah serta stakeholder terkait lainnya menekan tombol tanda diresmikan Gedung Gus Dur.
Selepas itu, Gus Ipul bersama rombongan meninjau langsung ruang rawat inap di lantai 5, mulai dari ruang kelas 1, ruang VIP, dan ruang VVIP.
"Bagus ini ruangannya, nyaman untuk pasien," ujar Gus Ipul seperti dikutip dari Website Kemensos, Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pembangunan Gedung Gus Dur ini merupakan hasil kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pihak.
"Bahwa ternyata ikhtiar-ikhtiar ini, kalau kita bangun sinergi dan kolaborasi, insya Allah bisa," kata Khofifah.
Lebih lanjut, dia menyampaikan Gedung Gus Dur di RSU Muslimat Ponorogo ini akan memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Ponorogo, menjadi pusat layanan kesehatan terutama untuk ibu dan anak.
"Ponorogo ini dulu terkenal layanan infertility, infertility itu adalah mereka-mereka yang sulit mendapatkan proses kehamilan, baik karena laki-laki maupun perempuan. Di Ponorogo ini menjadi episentrum, bagaimana infertility itu mendapat layanan," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penamaan Gedung Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kental dengan sejarah. Tatkala RSU Muslimat masih berbentuk balai kesehatan ibu dan anak (BKIA) pada 1986 silam, Gus Dur selaku ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meresmikannya.
Editor : Setiadi