x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Rahasia Pemugaran Grahadi Telan Rp12,76 Miliar, Dinding Bernapas dengan Kapur Jerman

Avatar Alkalifi Abiyu

Ekbis

Lingkaran.net - Pemugaran Bangunan Sayap Barat Gedung Grahadi tak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mengedepankan pendekatan konservasi dengan penggunaan material khusus.  

Salah satunya pemakaian kapur impor dari Jerman untuk pelapisan dinding, yang memungkinkan bangunan “bernapas”. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menjelaskan bahwa material tersebut dipilih untuk menjaga karakter asli bangunan sekaligus mendukung sirkulasi udara alami pada struktur dinding. 

“Dinding diplester dan dicat ulang dengan material khusus berbasis kapur dari Jerman. Tujuannya agar dinding bisa bernapas, sehingga sirkulasi udara di dalam struktur tetap terjaga,” ujarnya saat groundbreaking di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (1/4/2026). 

Pemugaran ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan melalui SK Wali Kota Surabaya. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp12,76 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur, dengan masa pelaksanaan selama 210 hari, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026. 

Secara teknis, lanjutnya, pemugaran tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga memperkuat struktur bangunan. Salah satunya melalui penambahan ring balok untuk memperkuat hubungan antara atap dan dinding, mengingat bangunan lama ini tidak menggunakan beton. 

Pada bagian atap, bentuknya akan direkonstruksi dengan mereplikasi fasad bangunan sayap timur agar tetap selaras secara arsitektural. Sementara itu, elemen detail seperti engsel direproduksi oleh pengrajin lokal dari Sumenep, dan kusen pintu serta jendela menggunakan kayu jati bersertifikat Perhutani. 

Untuk lantai, kata Nyoman, material marmer digunakan mengikuti standar bangunan utama Grahadi, dengan memanfaatkan stok yang tersedia di Gudang Jagir. Selain itu, sistem proteksi kebakaran juga ditambahkan sebagai langkah mitigasi risiko di masa mendatang. 

Proses pemugaran ini telah melalui tahapan panjang sejak 2025, dimulai dari pengamanan bangunan pascakebakaran, pembersihan material yang masih bernilai sejarah, hingga kajian teknis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tim ahli cagar budaya dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). 

Kontraktor pelaksana proyek adalah CV. Jaya Wibowo, dengan pengawasan manajemen konstruksi yang melibatkan tenaga ahli pemugaran, struktur, mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 

Nyoman menegaskan, sebagai bangunan cagar budaya, setiap tahapan pemugaran harus melalui kajian mendalam dan pendokumentasian yang ketat. Hal ini untuk memastikan seluruh intervensi tetap sesuai kaidah pelestarian. 

“Pemugaran ini tidak bisa sembarangan. Semua harus melalui kajian dan melibatkan tenaga ahli bersertifikat agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga,” tegasnya.

Artikel Terbaru
Rabu, 01 Apr 2026 19:05 WIB | Politik & Pemerintahan

Kebijakan WFH Dapat Dukungan Dari DPRD Surabaya

Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini juga  menegaskan pentingnya sistem monitoring yang kuat dari setiap perangkat daerah dalam pelaksanaan WFH. ...
Rabu, 01 Apr 2026 18:09 WIB | Umum

Hari Pertama WFH, BPBD Jatim Terjunkan Tim Opsar Korban Tenggelam di Bangkalan

Lingkaran.net - Di saat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim mengikuti penerapan Work From Home (WFH), pada Rabu (1/4/2026), Tim BPBD ...
Rabu, 01 Apr 2026 13:07 WIB | Umum

Pertamax Mulai Kosong? SPBU di Pasuruan Pasang Pengumuman “Habis” 

Lingkaran.net - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah SPBU mulai menipis. Kondisi ini terlihat dari langkah petugas yang menempelkan ...