Lingkaran.net - Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 resmi dibuka dengan semarak di Airlangga Convention Center, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan Universitas Airlangga (Unair) ini dihadiri ribuan mahasiswa berprestasi, pimpinan perguruan tinggi, kepala dinas pendidikan, hingga perwakilan berbagai lembaga terkait.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membuka acara secara simbolis. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Unair, termasuk Rektor Muhammad Madyan dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Mochammad Amin Alamsjah.
“Terima kasih Prof Madyan dan jajaran. Semoga cita-cita calon mahasiswa UNAIR yang hadir hari ini dapat tercapai,” ujar Khofifah.
Sebagai Ketua Umum IKA Unair, Khofifah menaruh harapan besar terhadap ajang ini sebagai wadah lahirnya talenta-talenta unggul.
Ia menegaskan, Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur tidak hanya menjadi panggung kompetisi tingkat provinsi, tetapi juga harus mampu mencetak generasi berprestasi hingga level nasional dan internasional.
Lebih lanjut, Khofifah menyoroti bahwa pembukaan ajang ini beriringan dengan sejumlah agenda strategis pendidikan, mulai dari persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga peluncuran program bedah rumah bagi tenaga kependidikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie.
Ia menegaskan bahwa ajang talenta prestasi merupakan pintu masuk penting dalam pembinaan siswa berkompeten untuk menembus jalur prestasi di perguruan tinggi.
Menurutnya, kolaborasi dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjadi langkah strategis dalam menyiapkan bibit unggul calon mahasiswa. Program ini juga akan diiringi dengan skema beasiswa talenta bagi siswa yang memenuhi kriteria.
“Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga mencatat adanya peningkatan jumlah peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun ini. Hal tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran sekolah dalam membangun rekam jejak prestasi siswa, terutama sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Dengan antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak, Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pembinaan prestasi sekaligus mencetak generasi emas masa depan.
Berdasarkan pengumuman resmi data SNBP 2026 di snpmb.id yang dirilis Selasa (31/3), sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima dari total 108.122 pendaftar.
Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar, disusul Jawa Tengah dengan 16.326 siswa diterima dari 99.825 pendaftar.
Selanjutnya, Sumatera Utara berada di posisi keempat dengan 13.136 siswa diterima dari 57.270 pendaftar, serta Aceh di posisi kelima dengan 8.589 siswa diterima dari 20.442 pendaftar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan ribuan murid berprestasi di Jawa Timur mengikuti ajang talenta tahun 2026.
"Tahun 2025 dari tujuh ajang prestasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen, empat menjadi juara umum tingkat nasional. Lalu tahun 2024 meraih juara umum dari tiga lomba yang dilaksanakan Kementerian pusat dan tahun 2025 mendapatkan empat sekaligus juara umum di tingkat nasional. Tentu tahun 2026, target kita di tujuh ajang prestasi akan kita raih menjadi juara umum," ungkapnya.
Menurut Aries, tanpa dukungan dan perhatian Gubernur Khofifah, tidak mungkin bisa pendidikan Jatim mencapai tujuh tahun berturut-turut menjadi yang terbanyak masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SMBP.
“Terima kasih Ibu gubernur mendukung sehingga insyaallah dari ajang prestasi kita bisa membuktikan bahwa Jawa Timur selalu menjadi barometer prestasi nasional," ujarnya.
Khusus golden tiket tahun 2026 melalui jalur dari kementerian pendidikan dasar menengah dan juga pemerintah provinsi Jawa Timur, Aries menyebut ada 206 murid yang mendapatkan golden tiket masuk perguruan tinggi negeri, belum termasuk dari Kementerian agama baik pondok pesantren maupun dari MA baik negeri dan swasta.
"Alhamdulillah tahun ini golden tiket yang diterima anak-anak kita meningkat. Tentu kita berharap anak-anak yang berprestasi semakin banyak mendapatkan golden tiket untuk masuk di perguruan tinggi negeri," jelasnya.
Editor : Setiadi