x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Pansus LKPj DPRD Jatim Soroti 4 Daerah Terjebak Kemiskinan Tinggi

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Jawa Timur menyoroti mulai ketimpangan ekonomi yang masih membayangi pertumbuhan daerah.

Meski sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, manfaatnya dinilai belum dirasakan secara merata, terutama di wilayah rawan kemiskinan seperti Madura dan Tapal Kuda.

Ketua Pansus LKPj DPRD Jatim, Khusnul Arif, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini masih terpusat di kawasan industri dan kota-kota besar. Akibatnya, kesenjangan kesejahteraan antarwilayah masih menjadi persoalan serius yang belum terurai.

“Pertumbuhan ekonomi Jatim belum inklusif. Masih terkonsentrasi di wilayah tertentu dan belum menjangkau daerah-daerah rawan miskin seperti Madura dan Tapal Kuda,” ujarnya, Jumat usai mengundang Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian Jatim di Bakorwil Madiun, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan hasil pendalaman Pansus, kata Khusnul, indikator ekonomi yang tampak positif belum mampu mengubah peta kemiskinan secara signifikan, khususnya di daerah pinggiran. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, terdapat empat kabupaten yang konsisten berada di klaster kemiskinan tertinggi.

Keempat wilayah tersebut adalah Kabupaten Sampang dengan angka kemiskinan mencapai 20 persen, disusul Kabupaten Bangkalan 18 persen, Kabupaten Sumenep 17 persen, dan Kabupaten Probolinggo 16,31 persen.

Politikus NasDem ini melanjutkan, Pansus memberi perhatian khusus pada Kabupaten Bangkalan yang mencatat indeks keparahan kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Kondisi ini dinilai sebagai bukti bahwa kebijakan ekonomi belum sepenuhnya menyasar akar persoalan di wilayah tersebut.

“Kedepan, kebijakan tidak boleh hanya berorientasi pada angka agregat provinsi. Harus ada intervensi khusus dan afirmatif bagi empat kabupaten prioritas ini agar kesejahteraan benar-benar merata,” tegas Khusnul.

Lebih lanjut, Khusnul mengungkapkan bahwa angka kemiskinan Jawa Timur dalam lima tahun terakhir masih stagnan di kisaran 9,57 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran sebesar 4,36 persen dinilai belum mencerminkan kondisi kesejahteraan yang sesungguhnya.

“Pengangguran memang relatif rendah, tetapi kualitas pekerjaan masih rendah. Banyak masyarakat bekerja, namun tetap berada dalam kondisi miskin,” jelasnya.

Di sisi lain, secara makro ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,33 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 2,85 persen. Namun demikian, Pansus menilai capaian tersebut belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan secara merata.

“Secara makro terlihat stabil dan positif. Tapi dalam praktiknya, dampak terhadap kesejahteraan masyarakat belum merata. Ini yang menjadi catatan penting bagi pemerintah ke depan,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Sabtu, 24 Okt 2026 15:38 WIB | Ekbis

Khofifah Tegaskan Investasi Jatim Tak Boleh Abaikan Aspirasi Buruh dan Mahasiswa

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan ...
Jumat, 23 Okt 2026 17:42 WIB | Umum

Karhutla Jatim Makin Mengkhawatirkan, 77 Persen Lahan Terbakar Berada di Hutan Konservasi

Lingkaran.net - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur kian mengkhawatirkan. Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare, tersebar di 26 ...
Jumat, 23 Okt 2026 17:10 WIB | Umum

Karhutla Arjuno Lebih Parah dari 2024, Api Nyaris Lahap Situs Candi Sepilar

Lingkaran.net - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno tahun ini lebih parah dibandingkan kebakaran pada 2024. Selain dipicu musim kemarau ...