x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Strategi Atasi Burnout di Tengah Tekanan UTBK 2026

Avatar Redaksi

Edukasi

Lingkaran.net - Pelaksanaan UTBK-SNBT selalu menjadi momen penentu setelah berbulan-bulan persiapan. Tegang, cemas, dan penuh harap, itulah gambaran umum yang dirasakan para peserta. 

Karena itu, penting untuk mencari strategi belajar yang tepat agar tidak menghadapi burnout.

UTBK-SNBT 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026, menjadikannya fase krusial bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2025, Khesya Kalpika Akuina dan Tisya Desti Winanda, membagikan pengalaman mereka saat mengikuti UTBK di UNAIR sekaligus tips menghadapi kelelahan mental selama persiapan dikutip dari laman resmi UNAIR.

Kesan pertama yang mereka rasakan saat mengikuti UTBK di UNAIR adalah kenyamanan dan sistem yang tertata rapi. Meski mendapat jadwal pagi tanpa sempat sarapan, panitia menyediakan makanan ringan dan minuman teh yang cukup membantu menjaga energi peserta.

“Sebelum UTBK kita dikasih snack kecil sama minuman teh refill. Itu lumayan membantu banget,” ujar Tisya.

Selain itu, alur kedatangan hingga menuju ruang ujian dinilai sangat jelas dan terorganisir. “Waktu datang, langsung disambut dan diarahkan ke ruang tunggu. Semuanya terkoordinasi dengan baik,” tambah Khesya.

Meskipun berada di lokasi berbeda, Gedung Pringgodigdo Fakultas Hukum Kampus Dharmawangsa-B dan Gedung Kuliah Bersama Kampus MERR-C, keduanya merasakan kualitas fasilitas yang serupa. Jaringan komputer stabil tanpa gangguan, serta panitia yang sigap membantu, turut menciptakan suasana ujian yang kondusif.

Burnout Jadi Tantangan, Ini Cara Mengatasinya

Di balik pengalaman ujian yang nyaman, proses persiapan mereka ternyata tidak sepenuhnya mulus. Tisya mengaku baru mulai belajar serius dua minggu sebelum ujian setelah gagal di jalur SNBP. Ia mengandalkan belajar mandiri melalui YouTube, buku latihan, dan platform tryout.

Sementara itu, Khesya sudah mengikuti bimbingan belajar sejak awal kelas 12, namun intensitas belajarnya meningkat setelah mengalami kegagalan di SNBP. Keduanya sempat mengalami burnout akibat ritme belajar yang terburu-buru.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Tisya memilih mengambil jeda satu hari penuh tanpa belajar guna memulihkan energi. Ia juga menerapkan variasi metode belajar agar tidak jenuh. Fokus belajarnya diarahkan pada subtes yang relevan dengan program studi tujuan, yakni Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Bahasa Inggris.

Berbeda dengan Tisya, Khesya yang menargetkan rumpun sains dan teknologi memilih memperdalam Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika. Pendekatan ini membantunya hingga akhirnya diterima di program studi Akuakultur UNAIR.

Menjelang UTBK-SNBT 2026, keduanya berbagi pesan sederhana namun penting kenali batas diri dan jaga keseimbangan.

“Belajar secukupnya, jangan over. Jaga kesehatan, karena kalau sakit di hari ujian semua usaha bisa sia-sia,” ujar Khesya.

Tisya menambahkan pentingnya rasa percaya diri, bahkan ketika menghadapi soal yang sulit. Baginya, ketenangan mental sama pentingnya dengan penguasaan materi.

Artikel Terbaru
Jumat, 24 Jul 2026 21:05 WIB | Umum

DPRD Jatim Buka Aduan bagi Orang Tua yang Terbebani Biaya Seragam Sekolah

Lingkaran.net - Tahun ajaran baru seharusnya menjadi momentum penuh semangat bagi siswa dan orang tua. Namun, beban biaya seragam hingga perlengkapan sekolah ...
Jumat, 24 Jul 2026 17:14 WIB | Umum

Gelar Peralatan PB 2026 Resmi Ditutup, Jember Raih Juara Umum dan Pacitan Diganjar Penghargaan

Lingkaran.net - Gelaran Peralatan Penanggulangan Bencana (PB) Jawa Timur 2026 resmi berakhir. Setelah berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian ...
Jumat, 24 Jul 2026 15:05 WIB | Politik & Pemerintahan

Bukan Sekadar Diskusi, RedTalk 2026 Jadi Panggung Anak Muda Menguliti Persoalan Indonesia

Lingkaran.net - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan pentingnya membuka ruang dialog yang mampu mendengar suara dan gagasan generasi ...