x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

PNM Mengajar Masuk SMKN 10 Surabaya, Bekali Siswa Mental Wirausaha

Avatar Trisna Eka Aditya

Edukasi

Lingkaran.net – Para siswa SMK memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan. Mereka dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, hingga memiliki keterampilan yang aplikatif. Namun di lapangan, tantangan yang mereka hadapi juga tidak sedikit.

Banyak siswa SMK harus berhadapan dengan cepatnya perubahan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, hingga tuntutan untuk memiliki kemampuan di luar keterampilan teknis. Dunia kerja hari ini tidak hanya mencari lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Di sisi lain, tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara langsung. Bagi sebagian siswa, terutama di daerah, akses terhadap wawasan industri, motivasi karier, maupun pengalaman praktis masih cukup terbatas.

Akibatnya, ada jarak antara apa yang dipelajari di sekolah dengan gambaran nyata dunia kerja. Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan menjadi semakin penting.

Kehadiran program PNM Mengajar menjadi salah satu bentuk intervensi yang relevan untuk membantu menjembatani kebutuhan tersebut. Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif kepada para siswa yang juga sebagai rangkaian kegiatan HUT PNM ke-27.

Salah satu sekolah yang menerima program ini di Surabaya ialah SMKN 10 Surabaya. Apresiasi pun diberikan sekolah terhadap program ini.

Kepala sekolah SMKN 10 Surabaya, Imam Sutopo, S.Pd,M.M mengatakan apresiasi terhadap concern PNM dalam memperhatikan masa depan anak-anak didiknya.

“Program seperti PNM Mengajar ini sangat bermanfaat bagi siswa kami karena tidak hanya memberikan wawasan tentang dunia kerja dan kewirausahaan, tetapi juga membangun mental, kepercayaan diri, serta semangat untuk terus berkembang," ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha kini menjadi kebutuhan penting untuk membantu siswa menghadapi perubahan zaman dan persaingan kerja yang semakin dinamis.

"Kehadiran praktisi langsung dari dunia usaha membuat anak-anak lebih termotivasi dan memiliki gambaran nyata tentang tantangan serta peluang di masa depan,” imbuhnya.

Pada akhirnya, tantangan siswa SMK hari ini bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. Dan di situlah kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha memiliki peran yang semakin strategis.


Untuk diketahui, sebanyak 2.700 siswa/i SMK di seluruh Indonesia telah mendapatkan pencerahan dan pemahaman yang lebih dekat tentang bagaimana dunia entrepreneurship berkembang saat ini. Mulai dari pentingnya pola pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan.

Artikel Terbaru
Rabu, 09 Sep 2026 21:31 WIB | Ekbis

Dindik Jatim Dikepras Rp104,5 Miliar, TPG 35.680 Guru Malah Belum Beres

Lingkaran.net - Anggaran pendidikan Jawa Timur justru dikepras Rp104,5 miliar di tengah masih adanya persoalan tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai ...
Rabu, 09 Sep 2026 15:31 WIB | Politik & Pemerintahan

Setoran BUMD Tembus Rp509 Miliar, Kok Target P-APBD Jatim Malah Turun?

Lingkaran.net - Ada paradoks dalam target penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur di Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Saat setoran hasil kinerja ...
Rabu, 09 Sep 2026 12:49 WIB | Politik & Pemerintahan

DTSEN Disorot Fraksi PDIP DPRD Jatim: Warga Miskin Bisa Tersisih Gara-gara Desil

Lingkaran.net - Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan tajam dari Penasihat Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa ...