Lingkaran.net - Harapan calon murid yang belum lolos seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 masih terbuka lebar. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur resmi membuka pendaftaran SPMB Tahap 2 untuk jenjang SMA dan SMK Negeri pada 17–18 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba.
Pembukaan Tahap 2 ini menjadi kesempatan emas bagi ribuan calon murid yang belum berhasil lolos pada Tahap 1 jalur domisili. Para peserta dapat kembali bersaing memperebutkan kursi di sekolah negeri sesuai jalur yang tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pelaksanaan Tahap 2 dilakukan setelah seluruh proses seleksi jalur domisili pada Tahap 1 selesai.
"Pembukaan Tahap 2 dilakukan setelah pendaftaran Tahap 1 melalui jalur domisili sudah ditutup," ujar Aries.
Pada jenjang SMA, pemerintah menyediakan kuota afirmasi sebesar 30 persen yang terbagi atas afirmasi keluarga tidak mampu 13 persen, afirmasi anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen, afirmasi penyandang disabilitas 5 persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu sebesar 7 persen.
Sementara untuk jenjang SMK, kuota afirmasi mencapai 15 persen, terdiri atas afirmasi keluarga tidak mampu sebesar 7 persen, afirmasi anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen, dan afirmasi penyandang disabilitas sebesar 3 persen.
Selain jalur afirmasi, calon murid juga dapat memanfaatkan jalur mutasi yang mencakup mutasi anak guru dan tenaga kependidikan sebesar 2 persen serta mutasi akibat perpindahan tugas orang tua atau wali sebesar 3 persen.
Bagi siswa yang memiliki prestasi, kesempatan juga terbuka melalui jalur prestasi hasil lomba. Jalur ini menyediakan kuota 3 persen untuk prestasi nonakademik dan 2 persen untuk prestasi akademik.
Data Dindik Jawa Timur menunjukkan antusiasme masyarakat pada Tahap 1 sangat tinggi. Sebanyak 213.066 calon murid tercatat mengikuti seleksi jalur domisili. Dari jumlah tersebut, 54.056 peserta berhasil diterima, terdiri dari 40.786 siswa di SMA Negeri dan 13.270 siswa di SMK Negeri.
Sementara total pendaftar pada Tahap 1 mencapai 111.144 calon murid untuk SMA dan 101.922 calon murid untuk SMK.
Aries meminta peserta yang belum lolos pada tahap sebelumnya agar tidak berkecil hati. Menurutnya, masih ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan pada tahapan berikutnya.
"Masih ada Tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu juga terdapat Tahap 3 dan Tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK," tegasnya.
Dindik Jawa Timur juga mengimbau calon murid dan orang tua untuk segera menyiapkan seluruh dokumen persyaratan sesuai ketentuan agar proses pendaftaran berjalan lancar dan peluang diterima semakin besar.
Dengan masih tersedianya sejumlah jalur seleksi, ribuan calon murid yang belum mendapatkan sekolah negeri kini kembali memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian melanjutkan pendidikan di SMA maupun SMK Negeri favorit di Jawa Timur.
Editor : Setiadi