x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Isu Suap Muktamar NU Mencuat, Gus Ulib Ingatkan Muktamirin Jaga Marwah Ulama

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang, KH Zainul Ibad As'ad atau yang akrab Gus Ulib, mengingatkan para peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) agar menjaga marwah ulama dalam setiap pengambilan keputusan organisasi. 

Menurut Gus Ulib, NU merupakan jam'iyyah yang sejak awal dihimpun para ulama, orang berilmu, dan cendekiawan. Karena itu, setiap keputusan yang lahir dari forum Muktamar semestinya berlandaskan keilmuan, kebenaran, serta nilai-nilai kebaikan. 

"NU atau Nahdlatul Ulama ini adalah perkumpulan dari para orang-orang yang alim, orang yang berilmu, para cendekiawan," kata Gus Ulib, Kamis (27/8/2026). 

Ia menilai posisi tersebut membuat Muktamar NU memiliki tanggung jawab besar. Selain menentukan arah perjuangan organisasi, forum lima tahunan tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan umat dan peradaban. 

"Ketika NU muktamar dan mengadakan musyawarah besarnya, maka pola-pola dan skema dalam merumuskan banyak hal terhadap langkah-langkah kebijakan dan perjuangannya tentu berlandaskan keilmuan-keilmuan yang terlegitimasi oleh sumber-sumber kebenaran, sumber-sumber kebaikan, dan peradaban itu sendiri," ujarnya. 

Gus Ulib kemudian menyinggung makna ulama yang menurutnya tidak cukup hanya dilihat dari penampilan, gelar, profesi, ataupun penguasaan terhadap kitab-kitab keagamaan. 

Ia merujuk pada Al-Qur'an Surat Al-Fatir ayat 28 yang menjelaskan tentang orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah. 

"Siapa pun yang memiliki ketakutan kepada Allah, dalam artian taat, takut bermaksiat, itulah Ulama yang sebenarnya. Tidak perlu dan tidak peduli apa profesinya, apa pekerjaannya, apa golongannya, sukunya, rasnya," tuturnya. 

Menurut dia, atribut seperti sorban, gelar kiai atau haji, hingga kebiasaan berkumpul di majelis dan masjid tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai ulama apabila tidak dibarengi ketaatan kepada Allah. 

"Kalau toh mereka itu memiliki pola dan kebiasaan seperti itu, namun dalam kesehariannya dia tidak memiliki ketaatan, ketawaduan, ketakutan kepada Allah, bahkan rasa malu kepada Allah, itu bukan ulama," tegasnya. 

Pesan Tegas soal Suap di Muktamar

Dalam konteks Muktamar ke-35 NU, Gus Ulib meminta seluruh muktamirin menjaga sikap dan menjauhkan diri dari praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai keulamaan. 

Ia secara khusus mengingatkan peserta agar tidak terlibat praktik suap, baik sebagai pihak yang menerima maupun memberikan uang untuk memaksakan kepentingan tertentu. 

"Harapan kami kepada para muktamirin yang semuanya adalah ulama, bersikaplah sebagaimana mestinya seorang ulama. Jangan bersikap yang jauh dari koridor dan pemahaman ulama itu sendiri, memasukkan unsur-unsur syubhat, bahkan menjalankan sesuatu yang dilarang dan dilaknat oleh Allah. Seperti menerima suap, atau bahkan sebagai penyuap, untuk memaksakan satu keinginan atau kehendak," ujarnya. 

Untuk memperkuat pesannya, Gus Ulib mengangkat kisah Bal'am bin Ba'ura. Kisah tersebut, menurut dia, menjadi gambaran bahwa seseorang bisa memiliki pengetahuan dan kedudukan, tetapi tetap dapat tergelincir ketika berhadapan dengan godaan duniawi. 

Baginya, ilmu dan status keulamaan harus berjalan beriringan dengan integritas. Tanpa keteguhan moral, pengetahuan yang dimiliki seseorang tidak cukup untuk menjaganya dari kepentingan materi. 

"Saya harap para muktamirin bisa belajar dari apa yang terjadi pada Bal'am bin Ba'ura. Jangan sampai Bal'am bin Ba'ura ada dan terjadi dalam Muktamar NU yang ke-35 ini," tegasnya. 

Muncul Dugaan Pengkondisian Peserta

Pesan Gus Ulib tersebut disampaikan di tengah munculnya isu mengenai dugaan pengkondisian peserta menjelang Muktamar ke-35 NU. 

Sebelumnya, seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengklaim adanya pertemuan sejumlah muktamirin di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, serta beberapa hotel di Kota Pahlawan. 

Sumber tersebut juga mengklaim adanya dugaan pemberian uang sebesar Rp50 juta per peserta yang disebut berkaitan dengan pengkondisian muktamirin. 

Menurut sumber itu, setiap PCNU disebut mengirim empat orang, yakni Rais Syuriyah, Katib, Ketua Tanfidziyah, dan Sekretaris PCNU.
"Masing-masing dikasih Rp50 juta," katanya. 

Sumber tersebut mengaku telah melakukan konfirmasi kepada sejumlah pengurus yang disebut mengetahui informasi tersebut, termasuk perwakilan PCNU dari sejumlah wilayah di Jawa dan luar Jawa. 

"Saya sudah konfirmasi ke beberapa pengurus yang hadir diundang dan pengakuannya sama saja. Itu masih DP 50 persen," ujarnya. 

Isu tersebut juga menyebut sejumlah nama tokoh yang diklaim hadir dalam forum-forum tersebut, termasuk Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul serta Prof Nuh. 

Namun, klaim mengenai dugaan pemberian uang dan keterlibatan sejumlah tokoh tersebut masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut. 

Gus Ulib berharap seluruh peserta Muktamar tidak menjadikan forum tersebut sebagai arena untuk mengejar kepentingan pribadi maupun kelompok. 

Ia mengajak para muktamirin menempatkan kepentingan NU dan umat di atas kepentingan lainnya. 

"Selamat bermuktamar. Bermuktamarlah dengan hati nurani dan berniatlah untuk jihad fi sabilillah dengan bendera Nahdlatul Ulama. Dan niat berkhidmat untuk umat," pungkas Gus Ulib.

Artikel Terbaru
Kamis, 27 Agu 2026 15:01 WIB | Umum

JGU Genjot Digitalisasi Tata Kelola, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Perusahaan

Lingkaran.net - PT Jatim Grha Utama (JGU) terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui pengembangan sistem kerja dan pemanfaatan ...
Kamis, 27 Agu 2026 04:00 WIB | Politik & Pemerintahan

Dukung Emil Dardak di Musda Demokrat Jatim, Sukur Priyanto Dihadang Isu Ijazah Palsu

Lingkaran.net - Dukungan Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro Sukur Priyanto kepada Emil Elestianto Dardak untuk memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur ...
Rabu, 26 Agu 2026 16:50 WIB | Umum

DPRD Surabaya Apresiasi Pemusnahan Rokok Ilegal

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengapresiasi langkah Bea Cukai dan Pemkot Surabaya memusnahkan 43,248 ...