Lingkaran.net - Orang tua kini bisa lebih mudah memantau perkembangan pendidikan dan aktivitas anak selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur meluncurkan aplikasi El-Santri yang memungkinkan wali santri mengakses berbagai informasi anak secara digital.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim, Imam Turmudi, mengatakan El-Santri dikembangkan untuk menghadirkan layanan pesantren yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui aplikasi ini, wali santri dapat mencari informasi dengan memasukkan nomor siswa atau nama santri. Sistem kemudian menampilkan data santri beserta informasi perkembangan yang tersedia,” kata Imam dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Melalui El-Santri, orang tua dapat mengakses sejumlah informasi, mulai dari aktivitas hafalan terakhir, informasi kas santri, hingga data perizinan.
Kehadiran aplikasi ini diharapkan memudahkan wali santri mengikuti perkembangan anak tanpa harus selalu datang langsung ke pondok pesantren.
Selain mempermudah akses informasi, El-Santri diharapkan memperkuat komunikasi antara wali santri dan pengelola pesantren sehingga pemantauan pendidikan anak dapat dilakukan secara lebih efektif.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, mengapresiasi inovasi digital yang dikembangkan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren beserta jajarannya.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa peluncuran aplikasi perlu diikuti kajian akademis, pemantauan, dan evaluasi secara berkala. Langkah tersebut diperlukan untuk mengukur efektivitas sekaligus memastikan manfaat aplikasi terus meningkat.
“Setiap bidang, pembimbing masyarakat (pembimas), dan bagian tata usaha harus terus melahirkan inovasi. Inovasi tersebut perlu dihimpun, dikaji, dan dievaluasi agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Syaikhul juga mendorong integrasi El-Santri dengan berbagai aplikasi yang telah digunakan di lingkungan pesantren. Dengan integrasi tersebut, pemanfaatan layanan digital diharapkan semakin luas dan dapat menjangkau lebih banyak pondok pesantren di Jawa Timur.
Di luar pengembangan teknologi, ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai kesantrian kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim.
Nilai tersebut mencakup semangat menuntut ilmu, menjaga akhlak dan adab, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, nilai-nilai kesantrian juga harus diwujudkan melalui sikap moderat dalam beragama, menghargai perbedaan, serta menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.
“Semangat kesantrian bukan semata-mata tentang identitas, melainkan juga komitmen untuk terus belajar, memperbaiki akhlak, dan memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Editor : Setiadi