x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Banggar Sentil TAPD Saat Bahas APBD Jatim 2025, Sering Jadi Korban Perubahan Angka!

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur dengan agenda laporan Badan Anggaran (Banggar) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2025 berujung interupsi, Sabtu (16/11/2024).

Hal itu terjadi menjelang paripurna ditutup oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni. Ketika Alyadi Mustofa, anggota Badan Anggaran (Banggar) dari Fraksi PKB, melontarkan interupsi tajam.

Rapat yang membahas laporan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2025 itu menjadi ajang bagi Alyadi untuk menegaskan pentingnya konsistensi dan transparansi dalam penyusunan anggaran.

“Dengan segala hormat kepada TAPD, apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama jangan sampai diubah-ubah lagi. Ini penting, agar ke depan tidak ada dusta di antara kita,” tegas Alyadi di hadapan peserta rapat.

Ia mengingatkan bahwa perubahan sepihak dalam kesepakatan angka anggaran sering kali menempatkan Banggar dalam posisi sulit.

“Kami sering dipertanyakan oleh mitra OPD terkait angka yang berubah. Ini mencederai sinergi yang kita bangun,” tambahnya.

Alyadi juga meminta agar DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjaga hubungan yang harmonis.

“Kita semua adalah pemimpin, dan kita harus memegang teguh sikap istiqomah. Sinergi yang baik antara Pemprov dan DPRD akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung ditanggapi Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni. “Insyaallah, hal ini akan menjadi perhatian dari Bapak Penjabat Gubernur,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Juru Bicara Banggar, Yordan M. Batara-Goa, dalam laporannya memaparkan bahwa target pendapatan daerah untuk APBD 2025 mengalami kenaikan signifikan.

“Badan Anggaran dan TAPD sepakat menaikkan target pendapatan daerah sebesar Rp2,287 triliun. Dengan demikian, pendapatan daerah yang semula Rp26,161 triliun kini menjadi Rp28,448 triliun,” ungkap Yordan.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian prioritas pembangunan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2025.

Banggar menekankan bahwa kebijakan anggaran ini bertujuan menyelesaikan berbagai problem masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Setiap kebijakan harus berdampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” tandas Yordan.

Dengan dinamika yang terjadi, DPRD dan Pemprov diharapkan mampu menjaga soliditas demi memastikan anggaran 2025 benar-benar membawa perubahan positif bagi Jawa Timur. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Sabtu, 25 Apr 2026 11:46 WIB | Umum

Rekor MURI Dibidik, 44 Ribu Pramuka Surabaya Siap Dikukuhkan

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya tengah bersiap mengukir sejarah baru di tahun 2026. Sebanyak 44.638 anggota Pramuka dari tingkat Siaga hi ...
Sabtu, 25 Apr 2026 08:50 WIB | Hype

Fakta Menarik Agnes Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 yang Konsen di Isu Sosial

Agnes Aditya Rahajeng sukses mencuri perhatian publik setelah dinobatkan sebagai pemenang Puteri Indonesia 2026. ...
Jumat, 24 Apr 2026 21:16 WIB | Umum

PKB Jatim Respons Kasus Korupsi Dana Hibah Pokir Rp242,9 Miliar yang Jerat Kadernya, Suratno

Lingkaran.net - DPW PKB Jawa Timur buka suara terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pokok pikiran (Pokir) di Magetan. Hal itu menyusul penetapan Ketua DPRD ...