x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Pengusaha Resto hingga Mal di Surabaya Diimbau Punya Tempat Pemilahan Sampah Mandiri

Avatar Redaksi

Surabaya Raya

Surabaya, Lingkaran.net---Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau kepada pelaku usaha agar memiliki tempat pengelolaan sampah mandiri.

Tujuannya untuk meringankan beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di Benowo, Surabaya Barat.

Imbauan ini disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat menanggapi paparan visi-misi inovasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto di ruang sidang wali kota (13/3).

Eri Cahyadi mengatakan, jika sampah yang dihasilkan oleh pelaku usaha restoran dan mal tidak dikelola secara mandiri, akan memberikan beban TPA Benowo ke depannya.

“Kenapa di mal juga di rumah makan itu nggak dipilah? Kalau nggak diatur dan diberi kebebasan membuang sampah ke TPA dan tidak diedukasi ya nggak pernah selesai,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Eri, pemilik usaha seperti restoran harusnya bisa melakukan pemilahan sampah secara mandiri.

Karena, lanjut dia, salah satu poin perizinan dalam membuka tempat usaha di Surabaya adalah harus bisa memilah sampah secara mandiri.

“Jadi hulunya itu adalah rumah tinggal, juga tempat usaha. Maka dari itu, buat perda atau perwali, tempat usaha sekarang harus bisa memilah sampah dari usahanya. Mereka kan punya bisnis, dan investasi, maka dari itu salah satu izin mendirikan usaha juga harus bisa memilah itu (sampah),” tuturnya.

Oleh karena itu,  Eri Cahyadi meminta kepada Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto untuk mengumpulkan para pemilik usaha membahas pengelolaan sampah mandiri. Dia juga menekankan, agar aturan tersebut dicantumkan ke dalam proposal visi-misi.

“Jangan ada lagi tempat usaha, tapi memberikan beban sampah kepada Kota Surabaya, komitmennya itu. Jadi semua tempat usaha memilah sampah sejak dari tempat usahanya,” ujarnya.

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, dirinya berkomitmen sampah yang masuk ke TPA Benowo tahun ini bisa berkurang.

Maka dari itu, ia menargetkan akan menambah 4 titik tempat pengelolaan sampah (TPS) yang berbasis Reduce (Pengurangan), Reuse (Penggunaan Kembali), dan Recycle (Daur Ulang) (3R) di Surabaya.

“Surabaya ini idealnya memiliki sekitar 37 TPS 3R, nah saat ini kami masih memiliki 12 TPS 3R. Di tahun 2025 kami berharap bisa menambah 4 TPS 3R sehingga secara keseluruhan bisa mengurangi sampah di TPA Benowo,” kata Dedik.

Dedik menambahkan, tidak hanya menambah TPS 3R, salah satu yang komitmennya adalah menggerakkan penanganan sampah dari hulu ke hilir.

Caranya, yakni meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah mandiri.

Dengan cara tersebut, ia berharap, jumlah sampah yang masuk ke TPA Benowo bisa berkurang.

Berdasarkan data dari DLH Surabaya sampah yang masuk ke TPA Benowo sekitar 1099 ton per hari. Di tahun ini, dirinya menargetkan, sampah yang masuk ke TPA Benowo turun menjadi 1000 ton per hari.

“Selama tahun ini akan kami tingkatkan lagi pemberdayaan masyarakatnya sehingga harapan kami di akhir tahun 2025, sampah yang masuk ke TPA Benowo maksimal hanya maksimal 1.000 ton per hari,” tandasnya. (*/Hafiahza)

Artikel Terbaru
Jumat, 24 Jul 2026 17:14 WIB | Umum

Gelar Peralatan PB 2026 Resmi Ditutup, Jember Raih Juara Umum dan Pacitan Diganjar Penghargaan

Lingkaran.net - Gelaran Peralatan Penanggulangan Bencana (PB) Jawa Timur 2026 resmi berakhir. Setelah berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian ...
Jumat, 24 Jul 2026 15:05 WIB | Politik & Pemerintahan

Bukan Sekadar Diskusi, RedTalk 2026 Jadi Panggung Anak Muda Menguliti Persoalan Indonesia

Lingkaran.net - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan pentingnya membuka ruang dialog yang mampu mendengar suara dan gagasan generasi ...
Jumat, 24 Jul 2026 11:07 WIB | Umum

Peluru Nyasar Bikin Pantura Lumpuh, DPRD Jatim Desak Tim Ad Hoc Segera Dibentuk

Lingkaran.net - Insiden peluru nyasar yang menghantam sejumlah rumah warga di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, kembali memantik kemarahan ...