x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Ketika Tes Calistung Ditiadakan dari SPMB SD

Avatar lingkaran.net

Nasional

Surabaya, Lingkaran.net - Tes tes membaca, menulis, dan berhitung atau calistung kerap membuat gelisah para orang tua yang hendak mendaftarkan anakanya ke sekolah dasar (SD).

Tidak semua anak memiliki kemampuan calistung meski saat taman kanak-kanak mereka sudah mendapat bekal. Kecerdasan calistung setiap anak berbeda. Bukan berarti mereka mereka tidak bisa. Tapi belum bisa.

Namun kabar baik datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Mereka resmi menghapus tes membaca, menulis, dan berhitung atau calistung dari proses seleksi penerimaan murid baru di jenjang sekolah dasar.

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025/2026.

Menurut Kemendikdasmen, keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak, tanpa memandang kemampuan awal mereka dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Hal ini bertujuan menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif, serta mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih holistik.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Lilik Binti Mirnawati, mendukung kebijakan ini.

Menurut Lilik, penghapusan tes calistung berpotensi mengurangi tekanan psikologis pada anak-anak yang sedang berada di masa transisi dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar.

"Dengan tidak adanya beban tes di awal, anak-anak bisa belajar dengan lebih santai dan menikmati masa kecil mereka dengan bermain serta bereksplorasi,” ujar Mirna dilansir laman UM Surabaya, Senin (26/5/2025) lalu.

Mirna menambahkan, pendekatan ini mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, baik dari segi kognitif, emosional, maupun sosial.

Namun, Lilik menekankan bahwa kebijakan ini juga membawa tantangan baru, terutama bagi guru dan sekolah dasar dalam menyusun strategi pengajaran calistung yang tepat.

“Perlu ada pelatihan dan persiapan yang matang bagi para pendidik agar mampu mengembangkan kurikulum yang sesuai. Pendekatan yang digunakan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak,” katanya.

Secara keseluruhan, penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD diharapkan menjadi langkah awal menuju pendidikan yang lebih ramah anak dan berorientasi pada perkembangan karakter, bukan sekadar capaian akademik semata.

Artikel Terbaru
Rabu, 11 Mar 2026 17:44 WIB | Umum

BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa, Jatim Paling Banyak

Lingkaran.net - Sebanyak 788 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional. Langkah ...
Rabu, 11 Mar 2026 14:19 WIB | Hype

Beredar Pesan WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Wagub Jatim Emil Dardak dan Ajudannya

Lingkaran.net - Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya pesan WhatsApp palsu yang mengatasnamakan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil ...
Selasa, 10 Mar 2026 21:20 WIB | Politik & Pemerintahan

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Larangan Keras Mobil Dinas Dipakai Mudik Lebaran

Lingkaran.net - Pemprov Jawa Timur diminta kembali keluarkan larangan tegas penggunaan mobil dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Kebijakan tersebut dinilai ...