x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

PA Surabaya Catat 5 Permohonan Izin Poligami Selama Semester I 2025 

Avatar Alkalifi Abiyu

Hype

Lingkaran.net - Pengadilan Agama (PA) Surabaya mencatat adanya penurunan jumlah permohonan izin poligami selama enam bulan pertama tahun 2025.  

Total lima perkara masuk terkait permohonan menikah lagi dengan istri kedua, jauh lebih rendah dibandingkan semester I tahun 2024 yang mencapai sembilan perkara. 

“Pengajuan izin poligami ini bervariasi, di antaranya satu perkara pada Januari, tiga perkara pada Februari, serta masing-masing satu perkara pada Mei dan Juni,” kata Humas PA Surabaya, Akramudin, Jumat (18/7/2025). 

Akramudin menjelaskan, mayoritas pengajuan izin poligami tersebut dilakukan atas dasar kesepakatan bersama antara suami dan istri pertama. Dalam beberapa kasus, justru pihak istri yang mencarikan calon istri kedua untuk suaminya. 

“Kebanyakan memang istri yang mencarikan pasangan untuk suaminya, sehingga kemudian mengajukan izin poligami,” ujarnya. 

Selain itu, beberapa alasan yang sering dikemukakan dalam permohonan antara lain ketidakmampuan istri pertama melayani suami secara fisik, kondisi kesehatan, atau bahkan karena ekonomi keluarga sudah mapan, sehingga istri merasa tidak keberatan jika suami menikah lagi. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang telah diubah dengan UU Nomor 16 Tahun 2019, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi suami untuk mendapat izin poligami:
• Istri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri
• Istri mengalami cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan
• Istri tidak dapat melahirkan keturunan
• Suami harus mendapat persetujuan dari istri pertama
• Suami harus mampu berlaku adil terhadap semua istrinya 

Akram menegaskan, meskipun telah memiliki anak, pasangan tetap dapat mengajukan izin asalkan memenuhi kriteria tersebut dan mendapatkan restu dari istri pertama. 

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya permohonan izin poliandri (perempuan memiliki lebih dari satu suami), Akram menyatakan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan dalam ajaran agama Islam. 

“Tidak ada, dan dalam agama juga memang tidak diperbolehkan,” tegasnya. 

Artikel Terbaru
Kamis, 23 Jul 2026 17:42 WIB | Ekbis

HAN 2026, Fraksi PDIP DPRD Jatim Soroti Darurat Kekerasan Anak

Lingkaran.net - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk kembali menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak. Fraksi PDI ...
Kamis, 23 Jul 2026 17:39 WIB | Politik & Pemerintahan

PKS dan Demokrat Sepakat Perkuat Kolaborasi Bangun Jawa Timur

Lingkaran.net - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur melakukan silaturahmi politik ke Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Rabu (22/7/2026). Kunjungan ...
Kamis, 23 Jul 2026 17:32 WIB | Politik & Pemerintahan

DPRD Jatim Dukung Pergub Kelas Jalan demi Lindungi 1.666 Km Jalan Provinsi

Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur resmi menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang klasifikasi kelas jalan. Aturan ini menjadi ...