Lingkaran.net - Hari pertama masuk kerja pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan publik. Melalui kegiatan halalbihalal, seluruh aparatur sipil negara (ASN) diajak memperkuat semangat pengabdian dengan integritas dan profesionalisme.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam arahannya menegaskan bahwa momen Idulfitri bukan sekadar tradisi, melainkan titik awal memperbarui komitmen moral dalam melayani masyarakat.
Baca juga: Tolak WFA, Khofifah Terapkan WFH Rabu untuk Tekan BBM dan Mobilitas
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, saya bersama Mas Wakil Bupati mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Lumajang, Rabu (25/3/2026).
Didampingi Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, acara tersebut diikuti Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, hingga camat dan lurah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan menandai dimulainya kembali ritme kerja pemerintahan.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menekankan bahwa nilai fitri harus tercermin dalam kinerja nyata, melalui pelayanan yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan kita kembali fitri dan siap memulai semangat baru untuk melayani masyarakat dengan lebih baik,” imbuhnya.
Baca juga: ASN Bangkalan Wajib Gowes ke Kantor, Strategi Hemat BBM di Tengah Krisis Energi
Ia juga menunjukkan kepemimpinan yang terbuka dengan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran ASN, seraya mengakui bahwa proses memimpin tidak lepas dari kekurangan.
“Kami mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Kami terus berikhtiar menjadi lebih baik agar ke depan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Momentum halalbihalal ini dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan kohesi internal di lingkungan Pemkab Lumajang. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca juga: Aturan Ketat ASN Jatim Jelang Idulfitri: WFA Dibatasi, Mobil Dinas Dilarang Keluar
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga adaptif dan solutif dalam merespons dinamika.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama pemerintah. Karena itu, semangat pasca Idulfitri harus diterjemahkan dalam langkah konkret, mulai dari peningkatan disiplin, percepatan layanan, hingga inovasi birokrasi.
Dengan semangat kebersamaan yang masih hangat, seluruh ASN diharapkan mampu menjadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih baik, lebih tulus, dan lebih berdampak bagi masyarakat.
Editor : Setiadi