Kohati HMI Curhat ke DPRD Jatim, Peran Perempuan di Madura Minim

Reporter : Alkalifi Abiyu
Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, menerima audiensi Kohati Badko HMI Jawa Timur yang dipimpin Erika Shinta Pradevi di Ruang Banmus DPRD Jatim, Senin (27/4/2026). 

Lingkaran.net - Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, menerima audiensi puluhan kader Korps HMI-Wati (Kohati) Badko HMI Jawa Timur di Ruang Banmus DPRD Jatim, Senin (27/4/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang kritis untuk membedah persoalan peran perempuan dalam politik, khususnya di wilayah Madura.

Baca juga: Sri Wahyuni DPRD Jatim Puji Bojonegoro Soal 430 KDKMP Siap Dilaunching Presiden Prabowo

Dipimpin Erika Shinta Pradevi, Kohati mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari kualitas dan kapasitas perempuan, konstruksi citra melalui framing media, hingga implementasi kebijakan dan penganggaran yang responsif gender.

Sorotan utama mengarah pada minimnya keterwakilan perempuan di Madura. Kohati menilai, hingga kini ruang politik bagi perempuan di kawasan tersebut masih sempit dan belum memberikan peluang yang setara.

Menanggapi hal itu, Musyafak Rouf mengakui persoalan tersebut tidak lepas dari tantangan struktural, terutama dalam sistem penyelenggaraan pemilu yang dinilai belum sepenuhnya akuntabel, transparan, dan berintegritas.

Baca juga: Pejabat Dishub Jatim Keceplosan Pakai BBM Subsidi? Abdul Halim Nyeletuk Begini

“Kalau proses pemilu terbuka dan fair, saya yakin akan lahir tokoh-tokoh perempuan dari Madura, baik di legislatif maupun eksekutif,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanpa pembenahan sistem yang mendasar, sulit mendorong peningkatan keterwakilan perempuan secara signifikan.

Dalam forum tersebut, Kohati juga mendorong adanya regulasi daerah yang lebih berpihak pada penguatan peran perempuan, tidak hanya di sektor politik, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Baca juga: Sopir Logistik Ancam Demo Besar 29 April, DPRD Jatim Janji Koordinasi Lintas Sektor

Kondisi saat ini dinilai memprihatinkan, lantaran hampir tidak ada keterwakilan perempuan dari Madura di lembaga legislatif, berbeda dengan periode sebelumnya yang masih menghadirkan figur seperti Ning Fitri.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum awal untuk mendorong kebijakan yang lebih inklusif serta membuka ruang lebih luas bagi perempuan dalam kontestasi politik di Jawa Timur.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru