Lingkaran.net - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan kawasan Rumah Layak Huni Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8).
Peresmian tersebut menjadi penanda keberhasilan penataan kawasan permukiman kumuh secara terpadu yang menghadirkan 166 unit rumah layak huni bagi masyarakat, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan tempat tinggal warga.
Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa pembangunan rumah tidak hanya bertujuan menyediakan tempat berteduh, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
"Indonesia bukan hanya harus semakin maju, bukan hanya harus semakin sejahtera, tapi harus semakin asri. Ini dimulai dari rumah-rumah kita, dari keluarga kita di semua wilayah tanah air," ujar AHY.
Suasana haru mewarnai kegiatan tersebut ketika AHY mendengar langsung cerita para penerima manfaat. Ia mengaku tersentuh melihat perubahan kehidupan warga yang kini dapat menempati rumah baru maupun rumah yang telah direnovasi.
"Saya sungguh terharu mendengarkan testimoni dan melihat raut wajah yang berbahagia. Mereka menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah menghadirkan rumah-rumah yang semakin layak hari ini," tuturnya.
AHY menjelaskan, program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo tidak berhenti pada pembangunan fisik rumah semata. Penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh lingkungan yang benar-benar layak dihuni.
Dari total 166 unit rumah yang disediakan, sebanyak 102 unit merupakan rumah baru, 43 unit merupakan rumah tidak layak huni yang direnovasi, sementara 21 unit lainnya dibangun melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Selain hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai infrastruktur dasar, mulai dari jalan lingkungan, drainase, jaringan pipa air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tandon air, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
"Jadi bukan hanya rumahnya, tapi juga jalan-jalan lingkungannya, ada IPAL, saluran air bersih, dan fasilitas lainnya sehingga kawasan ini benar-benar menjadi lingkungan yang layak dihuni," jelasnya.
Kawasan seluas sekitar 7,11 hektare itu kini menjadi tempat tinggal bagi 288 kepala keluarga atau sekitar 1.152 jiwa. AHY berharap seluruh warga dapat menjaga kebersihan, ketertiban, serta keindahan lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu semua. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu contoh penataan kawasan kumuh lainnya yang bisa menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat," ucapnya.
AHY juga memberikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta yang berkontribusi melalui program CSR. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan permukiman yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kebahagiaan turut dirasakan para penerima manfaat. Salah seorang warga mengaku bantuan rumah tersebut telah mengakhiri masa-masa sulit keluarganya yang selama ini harus berpindah-pindah karena tinggal di rumah kontrakan.
"Dengan adanya perumahan ini kami tidak lagi terlunta-lunta mengontrak ke sana kemari. Alhamdulillah terciptalah kebahagiaan ini," ungkapnya saat berdialog dengan AHY.
Program penataan permukiman di Desa Campurejo diharapkan menjadi model pengentasan kawasan kumuh terpadu yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati hunian layak sekaligus lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.
Editor : Setiadi