Lingkaran.net - Rentetan kecelakaan kereta api kembali mengguncang Jawa Timur. Kali ini, insiden terjadi di perlintasan sebidang Kota Blitar, Selasa (28/4/2026) malam, saat truk pasir tertemper KA 408 Commuterline Dhoho relasi Surabaya–Malang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, kejadian tersebut hanya berselang sekitar 24 jam dari kecelakaan besar yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
Baca juga: Ombudsman RI Soroti Kecelakaan Kereta di Bekasi, Desak Reformasi Sistem Keselamatan Transportasi
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Siadi, menilai insiden beruntun ini sebagai sinyal bahaya yang tak boleh diabaikan. Ia menyebut perlintasan sebidang masih menjadi titik rawan yang membutuhkan penanganan serius dan menyeluruh.
“Ini bukan lagi kejadian biasa. Perlintasan sebidang masih menjadi titik rawan yang harus segera ditangani secara serius,” tegasnya, Rabu (29/4/2026).
Menurut politisi Golkar tersebut, kecelakaan di perlintasan sebidang umumnya dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari kelalaian pengguna jalan, keterbatasan sistem pengamanan, hingga lemahnya pengawasan di lapangan.
Ia menegaskan, diperlukan langkah konkret dan terukur dari pemerintah daerah, operator kereta api, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menekan potensi kecelakaan serupa.
Baca juga: KI Jatim Desak Perda Keterbukaan Informasi, Transparansi Badan Publik Dinilai Belum Merata
“Keselamatan harus jadi prioritas. Tidak cukup hanya imbauan, tapi harus ada penguatan sistem, baik infrastruktur maupun edukasi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Siadi mendorong percepatan pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover dan underpass, terutama di titik-titik dengan lalu lintas padat.
Ia juga menekankan pentingnya modernisasi sistem pengamanan, mulai dari optimalisasi palang pintu otomatis hingga sistem peringatan dini.
Baca juga: Budiono DPRD Jatim Naik Kereta dari Bojonegoro ke Kantor, Hemat BBM 50 Liter
“Kalau dibiarkan, kejadian seperti ini akan terus berulang. Ini harus jadi perhatian serius semua pihak,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin saat melintas di perlintasan kereta api dengan mematuhi rambu dan sinyal yang ada.
Editor : Setiadi