Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bergerak cepat memulihkan layanan pascakebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni mengajukan bantuan penggantian alat kesehatan kepada Kementerian Kesehatan.
Baca juga: DPRD Jatim Ungkap Dampak Kebakaran RSUD dr Soetomo, Obat Bernilai Rp3 Miliar Rusak
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan pihaknya telah melaporkan insiden kebakaran tersebut kepada Menteri Kesehatan. Dari hasil koordinasi itu, Kemenkes disebut siap membantu pengadaan alat kesehatan yang terdampak kebakaran.
“Kemarin kita sudah koordinasi, kita melaporkan ke Menteri Kesehatan dan ada pernyataan memang akan dibantu untuk peralatan yang terbakar,” ujar Adhy usai pembukaan Hospital Expo di Grand City Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Adhy, alat kesehatan yang diajukan untuk penggantian adalah cathlab atau alat kateterisasi jantung. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tiga unit cathlab dilaporkan terdampak.
“Cathlab memang ada tiga yang terbakar, tapi memang akan dibantu,” katanya.
Tak hanya fokus pada pemulihan layanan, Pemprov Jatim juga mulai menghitung total kerugian akibat kebakaran yang melanda gedung layanan jantung tersebut. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar.
“Kalau melihat dari mesin-mesin ini kan cukup besar, ya miliaran lah. Tapi belum tahu jumlah pastinya karena baru bisa masuk kemarin untuk menghitung jumlah mesin, peralatan dan juga ruangan yang rusak,” jelasnya.
Adhy mengungkapkan kerusakan tidak hanya terjadi pada alat medis, tetapi juga merambat ke bagian ruangan hingga lantai atas gedung yang kini harus diperbaiki total.
“Ruangan sampai atas itu harus diganti. Ya, lebih dari Rp10 miliar,” tegasnya.
Baca juga: Dindik Jatim Kembali Buka Golden Ticket SPMB 2026 untuk Ketua OSIS dan Penghafal Al Quran
Meski mengalami kebakaran, Adhy memastikan pelayanan di RSUD Dr. Soetomo mulai kembali berjalan normal. Proses evakuasi pasien saat kejadian disebut berlangsung cepat sehingga layanan medis bisa dipulihkan dalam waktu singkat.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, walaupun terjadi kebakaran, evakuasi berjalan cepat dan mulai kemarin pelayanan sudah bisa dilakukan lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan rumah sakit masih memiliki cadangan alat kesehatan dan ruang operasi lain yang tetap dapat difungsikan untuk melayani pasien.
“Semua peralatan dengan cadangannya sudah bisa digunakan,” ungkapnya.
Terkait sistem keamanan kebakaran, Pemprov Jatim juga berencana mengganti perangkat pemadam otomatis yang terdampak insiden tersebut.
Baca juga: RSUD Dr Soetomo Bantah Pasien Meninggal Akibat Asap Saat Insiden Kebakaran
Namun Adhy menegaskan sistem mitigasi kebakaran di RSUD Dr. Soetomo sebelumnya telah memenuhi standar keamanan.
“Pengecekan sebelumnya sudah dilakukan simulasi dan memang sudah standar,” katanya.
Ke depan, Pemprov Jatim akan memperkuat simulasi penanganan keadaan darurat di lingkungan rumah sakit, mulai dari kebakaran hingga gempa bumi, agar seluruh petugas semakin siap menghadapi situasi darurat.
“Kami akan menggerakkan lagi simulasi atau geladi kalau terjadi kebakaran maupun gempa supaya semua petugas siap,” pungkasnya.
Editor : Setiadi