Gubernur Khofifah Ungkap Tindak Lanjut Temuan BPK Sudah Capai 86,20 Persen

Reporter : Alkalifi Abiyu
Gubernur Khofifah bersama Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) V BPK RI, Widhi Widayat.

Lingkaran.net - Merespons raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-11 secara berturut-turut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas penilaian objektif dan profesional yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Menurut Khofifah, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran Pemprov Jatim dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap setiap rekomendasi hasil pemeriksaan. 

Baca juga: Sri Wahyuni DPRD Jatim Apresiasi Pemprov Jatim Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut

Bahkan, berdasarkan data internal Pemprov Jatim, tingkat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Desember 2025, angka kepatuhan telah mencapai 86,20 persen. 

"Alhamdulillah, hingga semester II atau Desember 2025, capaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK oleh Pemprov Jawa Timur telah mencapai 86,20 persen. Ini menunjukkan bahwa komitmen kami untuk menindaklanjuti setiap hasil pemeriksaan BPK sangat serius," ujar Khofifah, Selasa (9/6/2026). 

Khofifah menegaskan, mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan konsistensi, kedisiplinan, serta komitmen yang kuat dari seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tata kelola keuangan yang baik dan sesuai regulasi. 

Baca juga: Ketua DPRD Jatim Siap Kejar Tuntas Temuan BPK Usai Raih WTP Ke-11 Kalinya

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari peran DPRD Jawa Timur yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif dan objektif. 

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang terus mengawal jalannya pemerintahan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara profesional," katanya. 

Khofifah menilai sinergi yang terbangun antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Jawa Timur mempertahankan predikat WTP lebih dari satu dekade. 

Baca juga: Jawa Timur Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Tetap Soroti Proyek Terlambat hingga Jaminan Tambang

"Sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan Jawa Timur yang maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan," tegasnya. 

Ia optimistis, dengan tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta komitmen kuat dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi auditor negara, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan terus meningkat. 

"Bagi kami, WTP bukanlah garis akhir. Ini adalah pengingat untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur," pungkas Khofifah.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru